"Hari ini (kemarin) sama besok (hari ini) finalisasi, kurang 91 kabupaten/kota. Ke-91 ini akan tuntas dalam dua hari ini," ujar Ketua Umum PKB A Muhaimin Iskandar di Jakarta Kamis (23/7/2015).
Cak Imin, panggilan politisi PKB itu, menyesalkan keputusan yang diambil Mahkamah Konstitusi (MK) disaat-saat menjelang akhir pendaftaran calon kepala daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gara-gara keputusan MK, konstelasi politik berubah. Kita sebetulnya kecewa dengan MK selalu berikan keputusan di waktu yang mepet sehingga harus merevisi dan 91 kabupaten harus tuntas dalam dua hari ini," ujarnya.
Meski demikian, Cak Imin ini optimistis bisa menyelesaikan seleksi para calon kepala daerah di sisa waktu yang ada. Berdasarkan data yang dihimpun, kata Cak Imin, dari 269 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, sudah 220 calon yang telah disiapkan.
"Kita akan mendaftarkan secara serentak 220-an kepala daerah ini pada hari Minggu (26/7) mendatang. Sisanya, kita masih bisa mengambil waktu antara Senin atau Selasa," ucapnya.
Menurut Cak Imin, pada pilkada nanti PKB membuka peluang koalisi dengan semua partai. Bahkan, dipastikan hampir semua pilkada, PKB akan berkoalisi dengan partai-partai baik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun Koalisi Merah Putih (KMP).
"Hampir semua koalisi. Jadi dengan semua partai kita koalisi. Bahkan, hampir semua di Jawa Timur, dimana PKB mendominasi, tapi juga koalisi dengan partai lain. Semua dengan Partai Gerindra, PKS kita koalisi," katanya.
Cak Imin juga optimistis, PKB bisa memenangkan lebih dari 50 persen kepala daerah dalam pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.
"Insya Allah kita optimis 50 persen ke ataslah menang," katanya.
(ega/fdn)










































