"Meninggal dunia di RS Wahidin sekitar setengah jam lalu, sebelumnya korban mengalami koma akibat luka tembak yang dialaminya," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung pada detikcom.
Frans menambahkan, terkait meninggalnya anggota Bhayangkari akibat tertembak oleh putrinya sendiri, pihaknya belum memprosesnya dengan pertimbangan asas oportunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, korban tertembak oleh putrinya sendiri yang mengambil senpi organik Polri jenis Scorpio, yang diletakkan suaminya saat berkemas di rumahnya, di kampung Langotin, Desa Tamangapa, Kec. Ma'rang, Kab. Pangkep, Sulsel, sekitar pukul 20.00 wita, senin (20/7).
Usai tertembak di pelipis kanannya, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ma'rang dan menjalani perawatan di RSUD Pangkep sebelum dirujuk di RS Wahidin. Barang bukti senpi milik Brigpol Haerudin dengan nomor register 39673 beserta 1 selongsong dan 9 peluru telah diamankan oleh Kasi Provost SatBrimob Polda Sulsel, selasa kemarin (21/7). (mna/rvk)










































