Bahas Tolikara di Rumah KaBIN, Para Tokoh Lintas Agama Serukan Perdamaian

Bahas Tolikara di Rumah KaBIN, Para Tokoh Lintas Agama Serukan Perdamaian

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Kamis, 23 Jul 2015 19:21 WIB
Bahas Tolikara di Rumah KaBIN, Para Tokoh Lintas Agama Serukan Perdamaian
Pertemuan di rumah Kepala BIN Sutiyoso (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta - Para pemuda dan tokoh lintas agama berkumpul di rumah dinas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso. Mereka saling bertukar pandangan terkait penyerangan di Tolikara, Papua di hari Idul Fitri 17 Juli 2015 lalu.

Ketua Umum KNPI Muhammad Rifai Darus mengungkapkan pandangannya terkait insiden kerusuhan yang terjadi di Tolikara. Menurutnya di Papua tak ada kebencian antara umat beragama, kehidupan di sana aman dan tentram.

"Usia saya 39 tahun 'I am Papua and I am moslem'," ucapnya dengan bangga di rumah dinas Kepala BIN di Jl Denpasar Raya No 41/42, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya ada dua catatan penting yang bisa menjadi pelajaran dari insiden tersebut. Pertama, polisi seharusnya bisa lebih dini mengidentifikasi sebelum konflik terjadi. Kedua, perlu adanya pendekatan antara tokoh agama dengan bupati untuk menetralisir keadaan.

Di kesempatan yang sama, Putri mewakili pemuda dan pemudi umat Katolik menyampaikan rasa duka atas penyerangan itu. Ia merasa sedih dan mengecam segala bentuk kekerasan yang telah terjadi.

"Nasi yang sudah jadi bubur, jangan dibuat jadi racun tapi kita bikin enak buat disantap. Yang sudah terjadi jangan diperbesar, tapi dinormalisir. Percayakan penyelesaian masalah ini pada mereka yang mampu, mari kita jaga keindahan di muka bumi," ucap Putri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin, ia meminta MUI dan ormas Islam lainnya menjaga kerukunan di sana. Dia berharap upaya-upaya penguatan kerukunan antar umat beragama di semua daerah lebih diintensifkan dan kasus ini bisa diusut sampai tuntas.

"Peristiwa di Tolikara harus diusut secara tuntas, para pelaku yang ada dibelakangnya, aktor intelektual juga harus segera ditangani," katanya.

Senada dengan Ma'aruf Amin, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom mengecam segala bentuk kekerasan di Tolikara dan menyerahkan penyelesaian masalah pada pemerintah dan secara profesional membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

"Semua yang terlibat, termasuk otaknya dapat dibawa ke hukum,dan meminta umat agama lainnya tidak terpovokasi insiden yang mencederai pertahanan dan kerukunan antar umat beragama," ujarnya.

Sebelumnya Kepala BIN Sutiyoso mengundang sejumlah tokoh agama, pemuda, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti hadir di rumahnya untuk duduk bersama membicara masalah Tolikara. Hal ini dianggap perlu agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali.

Hadir di acara itu para tokoh agama diantaranya Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Suharyo, Sekum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Arief Harsono, Sekjen PBNU Mashudi Suhud, Ketua Parisada Hindu Dharma Pusat (PHDP) yang diwakili oleh Yanto Jaya, tokoh Walubi Hartati Moerdaya, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin,  dan Dirjen Bimas Kristen Kemenag Oditha Hutabarat, Wakil Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, komunitas Konghucu yang diwakili oleh Mulyadi.

Ada pula tokoh pemuda dari Ketum  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muhammad Rifai Darus, Ketum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Muh Arief Rosyid Hasan, Ketum Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Ni Made Betariani Saraswati.

(slh/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini