Awalnya setelah kereta berangkat pukul 15.06 WIB dari Stasiun Tawang, Jonan langsung mengecek kenyamanan penumpang dan melihat-lihat fasilitas didampingi Dirut KAI, Edi Sukmoro.
Usai berkeliling ia kembali ke tempat duduknya di kursi 8B bersebelahan dengan Edi Sukmoro. Setelah kereta melewati stasiun Brumbung, tepatnya pukul 15.35 WIB, benturan keras itu terdengar dan seketika kaca di seat 7A-7B retak.
Penumpang yang duduk di samping jendela, Solehatul Marifah pun terkejut karena sempat melihat batu berukuran agak besar menghantam jendela. Suaminya, Jamal yang tertidur di sebelahnya langsung terbangun dan semua penumpang di gerbong 8 termasuk Jonan melihat jendela itu.
"Sempat lihat batunya soalnya pas saya lihat keluar, agak besar," kata Marifah kepada detikcom.
Jonan kaget gerbongnya dilempar batu |
Melihat hal itu Jonan langsung menenangkan dua penumpang tersebut dan meyakinkan kalau kaca tersebut tidak akan pecah. Kaca jendela di kereta api memang didesain tidak akan langsung pecah berkeping-keping jika terkena benturan.
"Tidak akan pecah itu," tandas Jonan.
"Pindah saja mbak, pindah tidak apa-apa," timpal Dirut KAI.
Meski sudah diperbolehkan pindah tempat duduk, ternyata Marifah tetap berada di seatnya karena sudah merasa nyaman. "Enggak apa-apa, sudah nyaman kok," kata Marifah. (alg/gah)












































Jonan kaget gerbongnya dilempar batu