Balada Kekeringan di Sawangan, Gali Sumur Dapat Lumpur

Balada Kekeringan di Sawangan, Gali Sumur Dapat Lumpur

Yudhistira_detik - detikNews
Kamis, 23 Jul 2015 14:50 WIB
Balada Kekeringan di Sawangan, Gali Sumur Dapat Lumpur
Prihatin, gali sumur dapat lumpur (Foto: Yudhistira AS/ detikcom)
Jakarta - Musim kemarau yang melanda Indonesia baru-baru ini membuat beberapa daerah merasakan dampaknya. Salah satunya di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Akibat kemarau tersebut, beberapa sumur warga di daerah tersebut mengalami kekeringan. Seperti yang dirasakan oleh Sapril, warga Bedahan, Sawangan.

Sapril yang mempunyai sebuah sumur di belakang rumahnya, terpaksa harus kembali membuat sumur lagi karena sumur yang sekarang sudah kering. Namun sekarang letak sumurnya berada di depan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kemudian mengebor tanah dengan kedalam 32 meter bersama ketiga pekerjanya. Berharap akan ada semburan air yang keluar, namun ternyata bukan itu yang ia dapatkan.

Sapril yang sehari-hari menjadi penjual nasi Padang harus pasrah menerima kenyataan bahwa hasil dari 6 jam pengeborannya bersama ketiga pekerjanya malah mengeluarkan gas dan lumpur. Akibatnya, ia dan kedua pekerjanya harus dilarikan ke rumah sakit akibat pingsan karena menghirup gas.

Sedangkan seorang pekerjanya selamat. Akan tetapi saat ini, Sapril belum bisa tinggal di rumahnya, karena lokasi semburan lumpur dan gas masih diberi garis polisi.

Menurut Diman, ponakan Sapril yang tinggal 100 meter dari lokasi semburan lumpur dan gas, sudah 2 bulan terakhir di daerahnya tersebut hujan tidak kunjung turun. Dan hal itu baru tahun ini terjadi.

Sebenarnya bila hujan turun, sumur tidak menjadi kering dan air pun bersih dan jernih. Hanya saja akibat kemarau ini, sumur-sumur di sekitar lingkungannya menjadi kering.

"Di sini rata-rata kalau musim hujan sumurnya bagus. Air jernih, bersih. Kalau nggak ada hujan sumurnya kering. Ya udah 2 bulanlah nggak hujan. Jadi kering di sini," ujar Diman di Jl Raya Swadaya no.8, Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/7/2015).

"Baru tahun ini aja nih kering dan panas gini cuacanya. Dulu mah nggak gini," lanjutnya.

Memang, saat ini kondisi di daerah Sawangan, Depok sangat panas sekali. Udara pun tak sejuk yang berhembus, malah membuat gerah.

Hal tersebut dirasakan pula oleh tetangga Sapril, Samsul. Akibat panas yang melanda, banyak tanamannya yang mati.

"Wah ini bukan gerah lagi. Saya saja semenjak panas terik di sini, mandi jadi 5 kali sehari. Jebar jebur aja. Kadang baju dibasahin,"Β  jelas Samsul.

"Saya berharap hujan turun deh. Tanaman saya banyak yang mati nih kekeringan," pintanya.

Samsul menjelaskan, belum masuknya PAM ke lingkungan sekitarnya membuat susah warga Sawangan saat kondisi seperti ini yang panas dan kering. Ia berharap agar PAM segera bisa masuk ke lingkungannya agar saat kemarau tidak kekeringan.

"PAM-kan belum bisa masuk nih ke sini (Bedahan, Sawangan). Kalau panas pas ada PAM sih gak masalah. Ini ada panas tapi gak ada PAM, terus sumur kering. Ya sudah, lengkap deh," keluhnya.

Sedangkan menurut penuturan Teguh, warga sekitar, bila musim hujan, saat ngebor untuk buat sumur, di kedalaman 18 meter, air sudah tampak. Ia pun heran tetangganya, Sapril sampai harus mengebor hingga kedalaman 32 meter namun belum nampak airnya.

"Lah biasanya kalau musim hujan 18 meteran aja itu udah kerasa airnya keluar. Ini sampai 32 meter belum keluar juga. Malah yang keluar lumpur dan gas," tutur Teguh.

Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas dari Pengawasan Lingkungan Hidup (PLH) Kota Depok mendatangi sumur yang mengeluarkan gas dan lumpur di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Mereka mengambil sampel lumpur untuk diteliti di laboratorium.

"Kita dapat perintah dari kantor untuk melakukan penyelidikan. Semburan lumpur ini bisa saja mengeluarkan berbagai macam gas dan itu berbahaya bagi lingkungan," kata petugas dari PLH Kota Depok, Sariyov Sarbani di lokasi. (yds/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads