Pada Kamis (23/7/2015), Jonan kembali berkeliling mulai dari terminal keberangkatan, terminal penumpang, hingga keberangkatan. Ia juga menarik perhatian penumpang hingga kerap diajak selfie.
Jonan mengatakan ia meninjau apakah penumpang terlayani dengan baik karena sebelumnya penumpang terlihat penuh di ruang tunggu, Rabu (22/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dari hasil pantauannya di Bandara Ahmad Yani Semarang kemarin, Jonan mengatakan kondisi bandara memang sempit dan harus segera diperluas termasuk mengatur letak kios-kios di sana.
"Lancar, memang penuh karena airport kecil. Memang mau bangun baru, saya sarankan beberapa perbaikan. Kalau yang masuk ke boarding lounge itu satu jam sebelum keberangkatan, yang lain biar di luar, supaya tidak terlalu penuh," kata Jonan kemarin.
"Toko-toko ditata lagi, kasih tempat supaya lebih lapang," imbuhnya.
Bandara Ahmad Yani yang baru memang sedang dalam pengerjaan dan direncanakan bisa beroperasi akhir 2017. Untuk kondisi bandara saat ini, Jonan sempat mengkritik kondisi atap yang tambal sulam dan terlihat dari depan ruang VIP.
"Itu lihat, masak bandara kayak gitu. Itu pasti tambal sulam, iya kan? Walau saya bukan dari arsitektur," ujar Jonan sambil menunjuk atap kayu tersebut.
"Iya, pak," jawab GM PT Angkasa Pura I Cabang Ahmad Yani, Priyo Jatmiko yang mendampingi Jonan.
Saat berada di terminal penumpang Jonan sempat bertemu mantan Menteri Kehakiman Muladi. Mereka saling menyapa dan berbincang sebentar. Usai dari Bandara Ahmad Yani, Jonan langsung menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk memantau arus balik. (alg/rul)










































