Salah seorang penumpang bernama Indra Wahyudi mengungkapkan bahwa pesawatnya sebenarnya dijadwalkan terbang pada Rabu (21/7) pukul 20.30 WITA. Bandara Ngurah Rai memang sempat ditutup karena erupsi Gunung Raung namun sudah dibuka kembali pada pukul 18.00 WITA. Oleh sebab itu, penerbangannya tidak termasuk yang dibatalkan.
"Tapi memang suasana masih crowded, jadi penerbangan kita dipindah ke pukul 04.30 WITA hari ini. Itu kita maklumkan ya," kata Indra saat dihubungi pada Kamis (22/7/2015) pukul 08.50 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah jam segini, belum ada kejelasan kapan berangkat. Awalnya menunggu pesawat datang dari Jakarta. Pesawat lalu datang tapi pilot tidak mau menerbangkan karena jam sudah over. Pilot datang, pramugari ternyata kurang 1," keluhnya yang habis berlibur di Pulau Dewata ini.
"Boro-boro ada kompensasi apa, hotel juga gak ada. Kita ngemper di bandara semalaman," tambah Indra.
Dia juga mempertanyakan mengapa penerbangan AirAsia lainnya bisa berangkat namun XT7533 tidak. Indra pun tidak punya pilihan lain karena dia mendapatkan informasi bahwa bila tiket dibatalkan maka akan hangus.
"Kalau mau, penerbangan dibatalkan supaya kita bisa refund. Ini tidak, jadi nantinya hangus. Dan penerbangan lain lagi yang tersisa," ujar Indra yang mengajak serta anak-anaknya ini.
Menurut Indra, saat ini kekesalan para penumpang pun sudah di ubun-ubun. Mereka pun marah-marah ke petugas yang berjaga.
"Semua di sini sudah marah-marah karena tidak ada kejelasan," ucap Indra.
Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari pihak AirAsia. Detikcom sudah mencoba mengontak salah satu pihak AirAsia namun belum merespons panggilan telepon. (imk/ndr)











































