Dari data yang ada dari H-7 hingga H+5, penumpang pesawat domestik dan internasional tercatat ada 3.139.708 penumpang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.939.938 penumpang.
Sementara itu jumlah penumpang bus tahun ini adalah 3.521.559 penumpang, turun 8,2% dari tahun lalu. Sedangkan angkutan penyebrangan 2.728.510, turun 5,54% dari tahun lalu. Angkutan laut 636.546, turun 3,93% dari tahun 2014. Pengguna kereta api meski ada peningkatan masih di bawah pengguna pesawat karena berjumlah 2.892.349 penumpang, jumlah tersebut naik 0,98% dari tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirut PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan saat ini sistem di PT KAI memang lebih baik dan tertata sehingga penambahan jumlah penumpang tidak signifikan, salah satunya one man one seat sehingga tidak ada penumpukan seperti dulu.
"KAI jarak jauh one man one seat. Jadi kalau tidak ada tambahan armada tidak mungkin dia (kelebihan penumpang)Β naik," kata Edi.
Sedangkan Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Muhammad Alwi mengungkapkan kebijakan membuka frekuensi penerbangan hingga 10% juga menjadi faktor meningkatnya jumlah penumpang pesawat.
"Kita beri kemudahan, beri frekuensi. Jika frekuensi masih kurang, slot time tidak cukup, kita opsi kedua, jam operasi bandara perlebar," tandas Alwi.
Jumlah penumpang pesawat pada masa arus mudik dan balik tahun sebenarnya bisa meningkat hingga 12%. Namun menurut Alwi target itu tidak tercapai karena adanya bandara yang sempat ditutup karena erupsi gunung termasuk gunung Raung.
"Jika tidak ada buka tutup bandara karena abu, itu bisa naik 12%," tegasnya.
(alg/dra)











































