Saat WNI Berbaur dengan WN Suriah Santap Opor Lebaran di Damaskus

Saat WNI Berbaur dengan WN Suriah Santap Opor Lebaran di Damaskus

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 23 Jul 2015 04:40 WIB
Saat WNI Berbaur dengan WN Suriah Santap Opor Lebaran di Damaskus
Foto: AM Sidqi KBRI Damaskus
Damaskus - Open House Idul Fitri di kediaman Dubes RI untuk Suriah di Damaskus tidak hanya dihadiri oleh para WNI. Warga negara Suriah pun diundang untuk bersilaturahmi.

Sekitar 100 orang WNI berbaur dengan undangan dari warga lokal Suriah memenuhi undangan Duta Besar RI Damaskus, Djoko Harjanto, pada acara silaturahmi masyarakat (open house) Indonesia di Suriah yang diadakan di Wisma Duta di daerah Yafour, Damascus Countryside pada 17 Juli 2015 lalu.

"Idul Fitri di Indonesia, bukan hanya milik umat muslim, tetapi juga telah menjadi milik bangsa Indonesia dan dirayakan bersama apapun agamanya. Kami memiliki tradisi mudik dimana seluruh keluarga besar hadir di kampung halaman dan melakukan sungkem kepada orang tua," ucap Dubes Djoko Harjanto menjelaskan tentang kebiasaan bangsa Indonesia saat Idul Fitri kepada tamu-tamu lokal Suriah seperti dalam rilis yang dikirimkan KBRI Damaskus, Rabu (23/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat Suriah memang tidak mengenal kebiasaan open house seperti yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, mereka tertarik dengan silaturahmi yang dilakukan para WNI ini.

"Biasanya kami hanya memiliki acara bersalam-salaman di Masjid Agung Ummayah dengan Presiden, kemudian acara di keluarga masing-masing," tutur Anas al-Halabi salah satu warga lokal Suriah.

Puluhan menu khas Indonesia disajikan pada acara itu, seperti opor ayam, rendang, sate, gulai kambing, juga cemilan-cemilan khas Nusantara. Menurut istri Dubes, Rosa Triana, diperlukan sekitar tiga hari untuk menyiapkan semua jenis panganan khas Indonesia itu.

"Tantangannya adalah bahan dan bumbu yang tidak berbeda dengan di Tanah Air. Jadi kami sedikit berimprovisasi," ujar Rosa Triana.

Suasana Damaskus yang berangsur-angsur membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, membuat acara open house sukses diadakan pagi hingga sore hari itu. Kekhawatiran ancaman pemberontak yang akan membombardir dan merebut Damaskus pada bulan Ramadhan, tidak terjadi. Bahkan sepanjang Ramadhan hingga lebaran, Damaskus relatif aman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Acara open house tahun 2015 merupakan yang pertama diadakan dalam kondisi krisis Suriah.

"Kalau tahun lalu, mana mungkin kita berani bikin acara seperti ini. Kondisi masih sangat berbahaya," ungkap Diplomat Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Damaskus, AM. Sidqi.

Setelah dibuka dan berdoa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan bernyanyi bersama. Para mahasiswa dari Perhimpunan Pelajar Indonesia turut ujuk gigi di atas panggung yang telah disediakan. Tidak ketinggalan, Dubes Djoko juga turut mengiringi organ para artis Indonesia di Damaskus itu.

(imk/bpn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini