Awalnya Jonan diperlihatkan bus Jawa Indah yang terlihat bagus dan bersih. Namun saat Jonan dipersilahkan mengecek kondisi bus tersebut, ia justru berjalan menuju bus Jaya Utama berwarna biru.
Sejumlah penumpang sudah naik ke bus itu termasuk sopirnya. Jonan yang didampingi sejumlah pejabat menyusul masuk dan menanyai sopir yang sudah berada di kursi kemudi. Di situ, Jonan ternyata mendapat pengakuan bahwa ternyata spidometernya mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Jonan langsung memerintahkan agar bus tersebut tidak boleh berangkat ke Surabaya membawa penumpang sebelum diperbaiki. Penumpang pun dialihkan ke bus lainnya. Jonan juga sempat menegur Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono yang mendampinginya.
"Spidometer tidak fungsi, saya minta tidak operasi dulu. Kalau mau dibawa ke depo di Surabaya tidak angkut penumpang, silahkan," tegas Jonan.
Kemenhub memang tegas dengan kelaikan bus antar kota antar propinsi, Jonan menegaskan fungsi keamanan harus berjalan baik termasuk spedometer. Tempat uji kir juga harus diperbaiki dan disertifikasi agar terjamin.
"Kita akan sertifikasi tempat uji kir setahun atau dua tahun kedepan. Terminal tipe A diperbaiki," tandasnya.
"Ini kalau bus tidak pakai spidometer, ngukurnya gimana?" imbuh Jonan.
Jonan yang mendatangi terminal tersebut juga menyempatkan berbincang dengan para penumpang. Mantan dirut PT KAI itu juga dimintai foto selfie dengan penumpang.
(alg/imk)











































