Meski mengalami penurunan, Siti Nurbaya mengatakan bahwa kementeriannya akan selalu siaga dan memonitor kondisi hutan-hutan di Indonesia. Water boombing pun tetap disiagakan di beberapa provinsi di Indonesia.
"Total hotspot kira-kira 4.927 kalau dibandingkan dengan tahun lalu 10.309. Jadi total sih jauh ya. Menurun kalau kebakaran hutan," kata Siti Nurbaya usai acara halalbihalal di Gedung Auditorium Kemenhut LH, Jl.Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya juga menambahkan bahwa saat ini hutan di Jambi sudah siaga bencana (kebakaran hutan). Namun ia mengapresiasi Polda dan masyarakat yang turut menjaga kondisi hutan di Jambi.
"Saat ini Jambi sudah siaga bencana (kebakaran hutan). Kalau Jambi itu mirip dengan Kalbar, dia karakter titik-titik apinya itu, di tepi-tepi kampung. Saya lihat Poldanya juga aktif (menjaga hutan), sama seperti (Polda) Kalbar karakternya. Kekuatannya di masyarakat malahan untuk menjaga hutan," tuturnya.
Mengenai kebakaran hutan di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Menteri Siti Nurbaya Bakar menyampaikan bahwa kebakaran tersebut bisa terjadi karena alang-alang di daerah tersebut kering. Sehingga ketika ada api menjadi mudah terbakar, apalagi ditambah angin yang kencang.
"Jadi memang itu daerah terbuka. Sebagian cagar alam, luarnya alang-alang. Kemungkinan karena alang-alang kering ya, karena angin juga kencang. Tapi yang penting apinya mati," tutupnya.
(yds/erd)











































