Meski pihak pilot school sempat melakukan aktivitas latihan, namun ruang udara dari dan menuju Bandara Blimbingsari tidak memungkinkan untuk diterbangi. Paparan abu vulkanik Gunung Raung kembali masuk ke jalur lalu lintas penerbangan.
"Sebenarnya tadi sudah sempat aktivitas, tapi karena ada abu vulkanik di ruang udara, jadi tetap kita minta closed karena masih berbahaya bagi penerbangan," kata Kepala Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Sigit Widodo, Rabu (22/7/2015) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti sore akan kami update lagi sesuai instruksi," imbuh Sigit.
Tiga pilot school yang berada di kawasan Bandara Blimbingsari yaitu, Bali International Flight Academy (BIFA), Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Kementerian Perhubungan (STPI) Banyuwangi. Nampak beberapa siswa dari pilot school terlihat memasuki apron bandara untuk menutup pesawat latih dengan kain. Hal ini dilakukan supaya paparan abu tidak menempel ke badan dan mesin pesawat.
Sementara petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, I Gede Agus Purbawa menyatakan, paparan erupsi debu vulkanik Gunung Raung diperkirakan hingga pukul 16.45 WIB terpantau pada posisi 08.07°LS 114.02°BT. Dengan ketinggian mencapai 18 ribu kaki dari permukaan laut. Sebaran abu bergerak menyebar ke arah tenggara dengan kecepatan 10 knot. (rul/rul)











































