Jawab Kritik Jokowi, Jaksa Agung: Tak Perlu Suudzon

Jawab Kritik Jokowi, Jaksa Agung: Tak Perlu Suudzon

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 22 Jul 2015 10:33 WIB
Jawab Kritik Jokowi, Jaksa Agung: Tak Perlu Suudzon
Foto: Mega Putra
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara tegas saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-55. Dia meminta kejaksaan mengevaluasi dan meningkatkan kinerja. Apa respons Jaksa Agung HM Prasetyo?

Jokowi berpidato di lapangan Kejaksaan Agung RI, Jl Sultan Hasanudin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2015) pagi. Dia berpesan agar kejaksaan terus melakukan langkah perbaikan dari mulai hulu hingga hilir.

"Hukum akan berjalan baik bila berada di tangan aparat penegak hukum yang baik. Saya tidak ingin mendengar lagi ada aparat hukum yang melakukan pemerasan, atau melakukan tindakan yang memperdagangkan perkara atau tuntutan, bahkan menjadikan tersangka sebagai ATM. Saya tidak mau mendengar lagi ada istilah itu. Karena saya yakin istilah itu sebetulnya tidak ada," kata Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat diwawancarai wartawan usai acara, Jaksa Agung HM Prasetyo menanggapi ucapan Jokowi soal aparat penegak hukum yang menjadikan tersangka sebagai ATM. Menurut dia, hal tersebut hanyalah istilah. Pihaknya selama ini terus melakukan pemantauan.

"Itu kan hanya istilah ya. Kita akan maksimal. Kami ada istilah pengawasan melekat, ada juga pengawasan fungsional. Di Kejaksaan Agung ada jaksa muda pengawasan. Mereka akan selalu memonitor, mengikuti, memantau sepak terjang dan kinerja para jaksa di wilayah mereka masing-masing," kata Prasetyo.

"Jadi saya pikir kita tidak perlu juga kita suudzon atau berpraduga. Yang pasti kita akan berusaha kian lama harus kian baik," sambung Prasetyo.

(mpr/erd)


Berita Terkait