Dia berpendapat peristiwa Tolikara karena selama ini Pancasila hanya dipahami sebagai ideologi, bukan sebagai filsafat luhur bangsa.
"Peristiwa Tolikara merupakan akibat selama ini kita memahami Pancasila hanya sebagai ideologi, bukan sebagai filsafat luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi hidup beermasyarakat," kata Hendro dalam pesan singkatnya, Rabu (22/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pancasila sebagai filsafat ikatannya dengan segenap aspek kehidupan bangsa, yang diyakinkan oleh terinternalisasi nya kesadaran bermasyarakat," sebutnya.
"Bara isu SARA sejak 2002 kini menyala, karena rohnya yang merupakan peredam tidak ada dalam batang tubuh konstitusi kita," katanya. (hty/ahy)











































