Komisi XI DPR: Kenaikan BBM Masih Perlu Dikaji Lagi

Komisi XI DPR: Kenaikan BBM Masih Perlu Dikaji Lagi

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2005 02:05 WIB
Jakarta - Kenaikan BBM yang diproyeksikan oleh pemerintah masih perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam. Untuk itu rencananya besok malam panitia anggaran DPR RI dan pemerintah akan membahas mengenai rencana kenaikan BBM.Demikian disampaikan anggota komisi XI DPR RI Dradjad Wibowo usai rapat dengar pendapat antara Menteri Keuangan Jusuf Anwar dengan komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2005)."Tadi memang ada excercise kenaikan BBM yang rata-rata diatas 20%, pertemuan konsultasi kali ini tidak menyebutkan angka definitif, jadi tidak ada angka yang penting untuk disebut," kata Dradjad yang merupakan anggota Fraksi PAN ini. Drajad khawatir akan adanya ledakan defisit bila pada akhirnya BBM dinaikkan. "Intinya, kalau dinaikan maka akan terjadi ledakan defisit dan defisit ini bisa mencapai angka 0,1 %, maka dari itu harus diikuti dengan peningkatan jumlah utang dan lain-lain, karena kalau itu tidak dilakukan maka defisit kita naiknya akan drastis," Ungkapnya. Dalam pertemuan konsultasi tersebut tidak dibahas mengenai kapan BBM akan dinaikkan. "Belum ada pembicaraan soal waktu, tetapi pada panitia anggaran akan ada pembahasan mengenai hal tersebut," paparnya. Fraksi PAN di komisi XI, menurut Dradjad, menolak kenaikan BBM selama pemerintah belum menyelesaikan pekerjaan pemerintah. Pekerjaan itu adalah mengenai neraca awal Pertamina, audit Pertamina serta perbedaan perhitungan harga pokok BBM antara Depkeu dan Pertamina. "Karena perbedaannya mencolok sekali, jadi kalau perbedaan keduanya itu tidak sinkron maka bagaimana kita akan mengetahui berapa besar subsidinya," jelasnya.Penolakan terhadap kenaikan BBM juga disampaikan oleh anggota komisi XI dari Fraksi PDIP Emir Moeis, menurutnya Fraksi PDIP setuju bila subsidi BBM dikurangi, tetapi waktunya yang kurang tepat kalau dinaikan sekarang. "Kita dari PDIP menolak kenaikan, tapi nanti bila masyarakat sudah mampu dan stabil, maka BBM boleh naik" terangnya .Sementara itu Menkeu Jusuf Anwar menolak berkomentar mengenai hasil pertemuan tersebut. Dirinya hanya membenarkan hasil pertemuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan dengan panitia anggaran besok. (nal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads