"Kita undang lab forensik besok pagi jam 09.00 WIB," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Susetio Cahyadi di Polres Jakut, Jl Yos Sudarso, Selasa (21/7/2015).
Susetio menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pukul 22.00 WIB. Kala itu restoran baru saja tutup dan para pegawainya tengah beberes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aryo (30) yang merupakan koki Restoran Tokyo Ramen Tabushi mengecek 6 tabung gas berukuran 12 kg yang ada di dapur. Ketika melepas sambungan regulator salah satu tabung gas, tiba-tiba terjadi ledakan besar.
"Kemungkinan terjadi gesekan antara besi dengan besi lalu terjadi percikan hingga menyebabkan ledakan," ujar Susetio.
Ledakan tersebut menyebabkan plafon hancur dan merusak 2 kendaraan yang diparkir di depan restoran. Aryo menjadi korban paling parah akibat ledakan tersebut. Ia menderita luka bakar lebih dari 50%.
Korban lainnya adalah Anisa (25) yang merupakan pelayan restoran menderita luka bakar 5% di bagian wajah. Kala itu, posisi Annisa memang paling dekat dengan Aryo.
Kini keduanya masih dirawat di RS Mitra Kemayoran. Kondisi mereka saat ini telah membaik meskipun belum diperbolehkan pulang.
"Selain 2 korban, ada 3 saksi yang sudah kami periksa. Mereka membenarkan ledakan akibat tabung gas," tandas Susetio.
(khf/hri)











































