Kapolda Metro Jaya Ajak Ormas Hati-hati Keluarkan Pernyataan Soal Tolikara

Kapolda Metro Jaya Ajak Ormas Hati-hati Keluarkan Pernyataan Soal Tolikara

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 21 Jul 2015 16:30 WIB
Kapolda Metro Jaya Ajak Ormas Hati-hati Keluarkan Pernyataan Soal Tolikara
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo mengadakan pertemuan dengan ormas-ormas keagamaan. Ormas-ormas diharapkan berhati-hati mengeluarkan pernyataan soal peristiwa di Tolikara, Papua.

"Kita di Jakarta mengembangkan sikap hati-hati mengeluarkan pernyataan. Karena kalau tidak paham settingan-nya, di Papua ada berbagai kelompok yang menginginkan kemerdekaan," kata Tito usai pertemuan itu, di Markas Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/7/2015).

Menurutnya, peristiwa tersebut terkait dengan pihak-pihak yang menginginkan Papua lepas dari NKRI. Ormas-ormas di Jakarta tak perlu membuat pernyataan provokatif menanggapi peristiwa Tolikara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada hal yang kita sepakati bersama. Kita yakini peristiwa di sana bukan masalah agama secara umum. Warga Papua yang saya tahu betul sangat moderat dan toleran dalam hal keagamaan," kata Tito.

Dia menyatakan paham betul konteks masyarakat Papua karena pernah berdinas di Papua selama dua tahun. Gereja Injili di Indonesia (GIDI) diberitakan mengeluarkan surat edaran larangan salat Idul Fitri memakai pengeras suara di lapangan. Namun Tito yakin, GIDI sendiri tak setuju dengan peristiwa itu.

"Kalau salah ambil langkah (Ormas-ormas di Jakarta menyikapi peristiwa Tolikara), maka isu ini cukup sensitif," kata Tito.

Pernyataan yang paling benar adalah mengecam peristiwa itu, mendorong penegakan hukum, mendorong rekonsiliasi warga di Tolikara, dan mendorong rekonstruksi kerusakan-kerusakan akibat kerusuhan.

Polda menyatakan melakukan pengamanan terhadap mahasiswa-mahasiswa Papua. Selain itu pengamanan terhadap gereja juga telah dilakukan.   "Kita lakukan pendekatan kepada mahasiswa Papua supaya mereka tenang, dan juga memberikan pengamanan," kata Tito.

Pertemuan itu dihadiri oleh Ormas-ormas berbasis keagamaan, diantaranya FPI, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), GMJ, Gerakan Reformis Islam (GARIS), FUI, PMII, (Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), dan sebagainya. Ada pula Kepala Kesbangpol Pemprov DKI Ratiyono. (dnu/nal)


Berita Terkait