Mendagri dan rombongan tiba di Tolikara, Selasa (21/7/2015) sekitar pukul 08.00 WIT langsung melakukan rapat dengan Muspida kabupaten Tolikara di kediaman Bupati Tolikara sekitar 1 jam. Politisi PDIP itu kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi kejadian di jalan Irian dan kompleks Koramil Tolikara, kemudian bertemu dengan pengungsi.
Usai dialog dengan korban kebakaran, Mendagri juga menyerahkan 100 buah kitab suci Alquran kepada para umat muslim yang berada di tempat pengungsian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan dilakukan pembangunan rumah dan musala yang terbakar kembali," katanya.
Kemudian Mendagri ke lokasi kebakaran yang sejak pagi telah dilakukan pembersihan oleh anggota TNI dan Polri, dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali rumah, toko dan musala yang terbakar.
Saat peletakan batu pertama, Tjahjo didampingi Bupati Tolikara, Pangdam XVII/ Cenderwasih dan Muspida Tolikara serta tokoh agama muslim dan kristen.
Usai meletakkan batu pertama di lokasi kebakaran, Mendagri mengunjungi salah satu korban penembakan yang berada di Rumah Sakit Tolikara bernama Lenis Wandikbo yang kena luka serpihan peluru.
Mendagri Tjahjo Kumolo punya penilaian sendiri terkait insiden yang terjadi saat hari raya Idul Fitri itu. Tjahjo meyakini masalah ini bukanlah persoalan suku, ras dan agama (SARA), melainkan hanya masalah emosional warga.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan rombongan sekitar pukul 12.00 WIT meninggalkan Tolikara menggunakan pesawat Caravan PK-DLY menuju Sentani, Jayapura. (mad/mad)










































