"Dia minta ke mal ke Giant Bekasi, minta jalan-jalan," ujar Kapolres Jaktim, Kombes Umar Faroq, di Kantornya, Jl Jatinegara, Selasa (21/7/2015).
Menurut Umar, dengan menuruti keinginan Sintya, maka pemikiran Sintya akan kembali normal. Dikatakan Umar, pola seperti itu harus dilakukan supaya traumatik Sintya tidak kembali lagi.
"Ini salah satu trik untuk kembalikan psikologis Sintya. Apa yang dia mau kita turuti," ujarnya.
Menurut Umar, penanganan korban anak-anak dengan dewasa sangat berbeda. Polisi sudah mempunyai SOP dalam penanganan korban. "Jadi tidak terkait kasus," ujarnya.
Selain minta ke Mal Bekasi, Sintya korban penculikan juga minta dibelikan sepatu roda ke polisi. Permintaan Sintya pun dituruti. "Dia tadi minta dibelikan sepatu roda, kita turuti," sambungnya.
Menurut Umar, wajar bila Sintya meminta banyak hal. Alasannya, menurut Umar karena Sintya sudah 3 hari tidak diberlakukan sebagai anak.
Saat ini Sintya juga didampingi psikolog dari KPAI. Psikolog akan membantu Sintya pulih dari traumatiknya.
(rvk/mad)











































