Bersama rekannya, Yoga, ia memilih hijrah ke Jakarta selepas lulus SMA. Di Jakarta, Vandi bekerja di sebuah pabrik pembuatan kaleng di Kalideres.
"Saya ikut training selama 1 tahun. Setelah itu baru kerja di tahun ke 2. Kalau cocok, bisa diangkat menjadi karyawan tetap," ujar Vandi begitu tiba di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2015) sekitar pukul 15.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penginnya ke jurusan penyiaran, broadcasting, semoga bisa terkabul. Ya nabung dikit-dikit," ungkap pemuda lulusan sekolah kejuruan bidang penyiaran itu.
Vandi bersama Yoga tinggal di sebuah rumah kost di Kalideres dengan biaya Rp 500 ribu perbulan. Penghasilan Vandi sendiri tak sampai Rp 2 juta perbulan.
"Modalnya ya mental aja, sama ongkos. Cari pengalaman juga, cari dana untuk sekolah," tuturnya.
Tak banyak yang ia bawa, hanya sebuah tas ransel dan satu bungkusan plastik. Ia menumpang kereta ekonomi AC Menoreh dari Stasiun Tawang Semarang dengan jam keberangkatan 21.00 WIB, Senin (20/7).
(rna/erd)











































