Kapolda Metro: Jakarta Aman, Tak Ada Balas Dendam Terkait Konflik Tolikara

Kapolda Metro: Jakarta Aman, Tak Ada Balas Dendam Terkait Konflik Tolikara

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 21 Jul 2015 15:55 WIB
Kapolda Metro: Jakarta Aman, Tak Ada Balas Dendam Terkait Konflik Tolikara
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Peristiwa saat salat Idul Fitri di Tolikara Papua direspons serius di DKI Jakarta. Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya merapatkan barisan bersama ormas-ormas keagamaan. Mereka menjamin tak akan ada aksi balas dendam di Jakarta dan sekitarnya terkait insiden di Tolikara.

"Tak ada aksi balas dendam. Insya Allah aman," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian usai pertemuan di Markas Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/7/2015).

Pertemuan itu dihadiri oleh ormas-ormas berbasis keagamaan, di antaranya FPI, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), GMJ, Gerakan Reformis Islam (GARIS), FUI, PMII, (Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), dan sebagainya. Ada pula Kepala Kesbangpol Pemprov DKI Ratiyono.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pangdam dan Kapolda menjamin keamanan di Jakarta," kata Tito. Dia menyatakan, semua ormas yang hadir sudah satu visi dalam memahami persoalan sensitif di Tolikara.

"Meski mungkin suara agak berbeda-beda, namun kita tetap satu visi," simpul Tito.

Rapat ini adalah rapat Musyawarah Pimpinan Daerah sekaligus ajang silaturahmi lebaran. Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo menyatakan hal ini.

"Tadi halal bihalal, sekaligus kita berkumpul dalam rangka tindak lanjut menyikapi permasalahan yang timbul di Ibu Kota," kata Agus yang berdiri di samping Tito.

Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis menyoroti peristiwa intoleransi di Indonesia Timur. Perlu ada tindakan serius dari berbagai pihak, termasuk aparat hingga umat beragama sendiri, yakni meredam gejolak.

"Kami umat Islam bisa meredam daripada umat yang ada di lingkungan kita. Di situ juga ada tokoh agama lain bisa meredam," kata Shabri.

Ketua Gerakan Reformis Islam (Garis) Adang Nurmansyah meneruskan apa yang disampaikan Kapolda, bahwa peristiwa di Tolikara tak bisa dilepaskan dari aksi kelompok separatis di Papua. Maka semua harus memahami konteks ini, dan masyarakat di Jakarta tak perlu terprovokasi.

"Saya akan coba memberikan pengertian kader kami di bawah agar tidak terprovokasi," kata Adang.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol DKI Ratiyono menyatakan, Gubernur DKI Basuki T Purnama juga meminta masyarakat terus menjaga kerukunan umat beragama. (dnu/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads