Datang ke Tolikara, Mendagri: Ini Bukan SARA, Tapi Masyarakat yang Emosi

Moksa Hutasoit - detikNews
Senin, 20 Jul 2015 21:27 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Datang ke Tolikara, Papua, Mendagri Tjahjo Kumolo punya penilaian sendiri terkait insiden yang terjadi saat hari raya Idul Fitri itu. Tjahjo meyakini masalah ini bukanlah persoalan suku, ras dan agama (SARA), melainkan hanya masalah emosional warga.

"Saya yakin bukan isu SARA, namun lebih merupakan luapan sekelompok anggota masyarakat yang emosional. Akan sangat bagus bila tokoh masyarakat dan lintas agama di Tolikara bergotong-royong membangun kembali bangunan/kios/tempat ibadah yang rusak/terbakar sebagai bukti toleransi masyarakat Kabupaten Tolikara adalah sangat baik dan bahkan terbaik," kata Tjahjo kepada detikcom, Senin (20/7/2015).

Kedatangan Tjahjo ke Tolikara bukanlah bagian dari investigasi kasus. Tjahjo datang untuk memberi semangat kepada seluruh jajaran pemerintahan setempat serta tokoh masyarakat untuk terus menjaga toleransi kehidupan.

'Kehadiran saya sebagai Mendagri bersama Dirjen Kesbangpol adalah simbol Pemerintah Pusat hadir di daerah Papua, sebagai bagian dari solusi permasalahan Papua secara komprehensif," ujar Tjahjo.

Pemerintah kali ini, lanjut Tjahjo, memberi perhatian khusus kepada Papua. Pembangunan besar-besaran juga tengah dilakukan di Papua. Dan kali ini warga Papua menjadi subjek pembangunan.

"Dengan cinta kasih kita ciptakan kedamaian di Papua. Dengan kebersamaan mari kita bangun Papua yang damai," ujarnya.

Selasa (21/7) besok, Tjahjo akan datang ke Pemkab Tolikara. Juga meninjau lokasi insiden serta datang ke korban yang luka. (mok/fdn)