Bersama sang teman, gadis asal Ciranjang, Cianjur itu menyambut semaraknya ibu kota. Nunung pergi dari kampungnya untuk menjadi pramusaji atas ajakan temannya, Sarah (18).
"Ada lowongan jadi staf di rumah sakit. Diajak teman, dia sudah duluan kerja di sana," ucap Nunung di Terminal Kampung Rambutan, Senin (20/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke sini ninggalin pacar," ucap Nunung malu-malu dengan sweater birunya.
Gadis yang belum lama lulus SMA itu mengaku tak khawatir hubungannya bakal kandas dengan sang pacar. Katanya, ada banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk melepas kangen.
"Ah nggak apa-apa. Kan masih bisa BBM dan teleponan. Aku sudah pacaran lama. Lagian aku pasti kembali ke kampung," ucap gadis manis ini dengan lugunya.
Ayah dan ibu Nunung telah lama berpisah. Sang ibu kerja sebagai di TKI di Malaysia, sementara ayahnya tinggal berbeda kota. Ia selama ini hidup bersama nenek dan kakaknya di Cianjur.
"Kalau di Cianjur susah cari kerja. Kemarin sempet jadi baby sitter tapi nggak cocok. Sekarang ada tawaran, mau coba aja cari pengalaman. Di Jakarta emang beda kayak di kampung, tapi ya dibetah-betahin aja," tuturnya dengan logat Sunda yang kental.
Bersama Sarah, Nunung yakin dapat bekerja dengan baik. Walau berada di pinggiran Jakarta, semangat Nunung tak luntur untuk menyambut kehidupan barunya.
"Mudah-mudahan bisa dapat uang banyak," ucap Nunung.
Impian dan semangat Nunung banyak ditemukan pada pendatang. Janji manis Jakarta dapat membuat penghidupan lebih baik, memang menjadi iming-iming warga daerah berbondong-bondong datang untuk mencari kerja. Selamat datang di Jakarta Nunung, semoga berhasil. (ear/mok)











































