"Katakanlah ini sebuah kecelakaan dan pasti ada pemicunya. Harus diminimalisir, sehingga tidak ada konflik agama seperti ini. Accident ini bisa muncul di mana-mana," ujar Rhoma di Masjid Husnul Khatimah Jl Pondok Jaya I No 35A, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2015).
"Saya tidak ingin mengatakan by design, tapi by accident," tambah dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Islam itu rahmatan lil alamin, secara eksplisit Islam harus mencintai manusia apapun bangsa, warna kulit dan agamanya. Jadi ini bukan lip service Islam tapi itu perintah Allah supaya bisa menghormati agama lain apapun perbedaan kita," lanjutnya.
Mengantisipasi sikap berbagai ormas Islam terhadap kejadian di Tolikara, pendiri Partai Idaman itu juga meminta untuk tidak mudah terprovokasi. Bahkan, Rhoma menganjurkan pemerintah untuk segera menegakkan hukum.
"Persuasi tapi saya selaku Ketua Fahmi Tamami menyerahkan kepada pemerintah sebagai yang berkewajiban untuk turun tangan. Saya tidak yakin fPI akan teprovokasi kalau negara bertindak secara hukum. Harus serius menangani ini menegakkan hukum," tutup Rhoma.
(aws/erd)










































