Kedua periode Jumat (24/7/2015) hingga Minggu (26/7/2015) bagi mereka yang memulai aktivitas di Jakarta pada Senin 27 Juli.
Wakil Direktur Utama PT LMS, Hudaya Arryanto mengatakan bahwa memasuki masa arus balik pekan ini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah. Pertama, LMS akan memprioritaskan kendaraan arus balik yang menuju arah Jakarta, baik yang hendak keluar tol Cipali di gerbang Cikopo maupun yang masuk di Gerbang Palimanan.
Menurut Hudaya sejak Minggu kemarin sudah mulai terjadi kenaikan volume lalu lintas ke arah Jakarta. Sementara arus arah sebaliknya juga masih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT LMS juga akan mengerahkan petugas tambahan di gardu tol Cipali yang dibantu oleh petugas jemput bola untuk melakukan penukaran uang kecil untuk mempercepat layanan di gerbang tol.
"Di lapangan pengaturan buka tutup gardu akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas pada kedua arah. Untuk lebih mempercepat waktu transaksi, kami menghimbau para pengendara untuk menyiapkan uang pas dan kartu tol-nya sebelum memasuki gerbang tol." kata Hudaya
Ketiga, LMS telah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan untuk mengantisipasi apabila terjadi kepadatan lalu lintas menjelang Gerbang Cikopo.
"Bila antrean kendaraan dari arah Palimanan yang hendak keluar melalui gerbang tol Cikopo sudah panjang, maka arus akan dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Kalijati di KM 98. Dari Kalijati kendaraan dapat mengikuti jalan nasional Subang-Sadang lalu masuk tol Purbaleunyi dan tol Cikampek menuju Jakarta" kata Hudaya.
Kepada pengemudi, Hudaya mengingatkan untuk tetap waspada selama berkendara. Pengemudi dihimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kondisi fisik dan kendaraan sebelum dan selama melintas di tol Cipali. Bila pengendara merasa lelah dan mengantuk, sebaiknya beristirahat di Rest Area yang tersedia sepanjang jalan tol Cipali.
"Untuk keselamatan selama melintas di tol Cipali, kami menghimbau pengendara untuk tetap menjaga jarak aman dan tidak melebihi batas maksimum kecepatan 100 km/jam," ujar Hudaya.
(hen/erd)










































