Kapolri melakukan kunjungan ke Tolikara, Minggu 17 Juli 2015. Ia lalu dialog dengan tokoh-tokoh agama dari kedua pihak. Kapolri juga melihat langsung sejumlah rumah kios yang terbakar saat insiden penyerangan pada Jumat 17 Juli lalu dan mengunjungi tempat relokasi warga yang rumah dan kiosnya terbakar.
Kapolri berjanji siapapun yang bersalah dalam kasus ini akan dihukum, termasuk berjanji akan memeriksa prosedur yang telah ditempuh anak buahnya sebelum mengeluarkan tembakan peringatan yang mengakibatkan 1 warga sipil meninggal dunia, 2 luka berat dan 8 luka ringan akibat letupan senapan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 4 aksi Kapolri di Tolikara:
1. Kunjungi TKP di Tolikara
Kapolri yang didampingi Kapolda Papua Irjen Yotje Mende, Bupati dan sejumlah pejabat Pemda Tolikara langsung melihat lokasi terjadinya insiden penyerangan terhadap warga yang menggelar salat Id.
Saat ini Jenderal Badrodin bersama rombongan mengunjungi sejumlah rumah kios yang terbakar saat insiden penyerangan itu terjadi. Kapolri juga mengunjungi tempat relokasi warga yang rumah dan kiosnya terbakar, Minggu (19/7/2015).
Kapolri berdialog dengan warga muslim yang menjadi korban penyerangan dalam insiden Tolikara. Ia menegaskan polisi akan bertindak sesuai hukum. Mereka yang menyerang akan diproses secara hukum.
2. Investigasi Surat Edaran
Kapolri menggelar pertemuan dengan pengurus Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), tokoh muslim dan jajaran Pemda Tolikara.
Secara khusus Kapolri mempertanyakan keluarnya surat edaran GIDI yang disebut melarang digelarnya Salat Id oleh warga muslim pada Jumat lalu. Surat inilah yang disebut menjadi pemicu insiden penyerangan terhadap warga yang tengah Salat Id.
Badrodin menyebut bahwa surat edaran larangan Salat Id tersebut memang benar adanya. "Surat itu benar adanya, ini kami sedang dalami mengapa sampai surat itu keluar," kata Badrodin kepada wartawan di Karubaga, Tolikara, Papua, Minggu (19/7/2015).
3. Hasil Pemeriksaan Sementara
Kapolri mengatakan saat ini pihak Polda Papua telah memeriksa 20 saksi, yang di antaranya termasuk personel anggota Polri yang membubarkan aksi penyerangan pada jamaah salat Idul Fitri di Tolikara.
"Hasil pemeriksaan sementara, mereka tidak membakar langsung musala, mereka membakar kios, di tengah-tengahnya ada musala," ujarnya.
Polisi masih memeriksa para saksi untuk mencari alat bukti kasus penyerangan, dan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Kapolri juga berjanji akan memeriksa prosedur yang telah ditempuh anak buahnya sebelum mengeluarkan tembakan peringatan. "Nanti kita lihat dan kita periksa semua apakah betul petugas yang menembak sesuai prosedur atau tidak," kata dia di Karubaga, Tolikara, Papua, Minggu (19/7/2015).
4. Rehabilitasi Kios
Kapolri berdialog dengan warga yang jadi korban penyerangan termasuk keluarga korban penembakan saat terjadi kericuhan.
"Kondisi di Tolikara sesuai penjelasan Kapolda Papua sudah aman. Tadi pagi saya sudah dialog dengan tokoh-tokoh agama dari kedua pihak, saya sampaikan bahwa ada tindak lanjutnya, yakni rehabilitasi kios-kios agar masyarakat yang mengungsi bisa kembali," kata Kapolri usai melaporkan hasil kunjungan ke Tolikara kepada Wapres JK di kediaman JK, di Jalan Haji Bau, sekitar pukul 21.30 WITa, Minggu (19/7/2015).
Halaman 2 dari 5










































