Polisi Tangkap Pembunuh Subhan di Klender, Pelakunya Pelajar SMP dan SMA

Polisi Tangkap Pembunuh Subhan di Klender, Pelakunya Pelajar SMP dan SMA

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 19 Jul 2015 21:17 WIB
Polisi Tangkap Pembunuh Subhan di Klender, Pelakunya Pelajar SMP dan SMA
Foto: Aditya Fajar/detikcom
Jakarta -

Subhan meninggal dunia. Ada beberapa orang menyeret dan mengeroyoknya di dekat Pasar Klender pada subuh tadi. Tubuh Subhan penuh luka tusuk.

"Pelaku yang sudah ditangkap ada 7 orang, masih kami kembangkan untuk mencari siapa provokatornya. Pelaku bisa saja berkembang 10 orang atau lebih tergantung dari hasil pemeriksaan para pelaku ini," kata Kapolres Jaktim Kombes Umar Faruk, Minggu (19/7/2015).

Subhan menghembuskan nafas terakhirnya di RS Persahabatan. Sang ibu sempat membimbingnya membaca dua kalimah syahadat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketujuh pelaku ini rata-rata masih remaja, SMP dan SMA. Mereka ini kenal dengan korban, anak RW sebelah," jelas Umar.

Pelaku diketahui tetangga RW tempat tinggal korban. Para pelaku berasal dari Cipinan Muara, sedang korban dari Jatinegara Kaum. Pagi itu korban bersama temannya Guntur yang masih kritis membeli rokok. Namun disergap pelaku dan diseret serta dikeroyok.

"Subuh itu korban meminta uang sama ibunya untuk membeli rokok, kemudian dikasih uang sama ibunya. Ibunya pergi ke mesjid dan korban (Subhan) ini pergi keluar rumah untuk beli rokok. Sebelum beli rokok, dia ajak temannya Guntur (kritis), dia pinjam motor temannya itu untuk beli rokok. Kemudian mereka pergi berboncengan," urai Umar.

"Saat di TKP, korban dihadang oleh para pelaku, kemudian korban ini sempat berkelahi dengan para pelaku. Korban ditusuk di bagian punggungnya, sementara temannya ditusuk senjata tajam di bagian perutnya," ungkap Umar lagi.

Kedua korban kemudian tergeletak, lalu datang patroli. Petugas sempat mengejar pelaku dan sempat diberikan tembakan peringatan. Para pelaku kemudian melarikan diri.

"Korban Subhan saat dilarikan ke RS Persahabatan itu sempat berkomunikasi dengan ibunya. Ibunya juga sempat menuntun korban untuk mengucapkan kalimat syahadat dan korban juga sempat mengucap syahadat sebelum akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," tutur Umar.

Untuk motif, pihak kepolisian masih mengembangkan. Namun pemeriksaan sementara karena adanya dendam dari para pelaku.

"Untuk motifnya karena dendam. Sebelum lebaran, korban dan para pelaku sempat terlibat adu mulut. Tetapi ini juga masih kami kembangkan. Tidak ada tawuran sebelumnya," imbuh Umar.

Sempat hendak terjadi tawuran warga saat tetangga tahu Subhan meninggal. Pihak kepolisian bergerak cepat menenangkan warga.

"Iya, pas tahu Subhan meninggal karena anak-anak RW sebelah, warga mau menyerang ke RW pelaku. Tetapi kami sudah komunikasikan ke pihak kkorban untuk mempercayakan kepada aparat polisi dan jangan sampai melakukan aksi balas dendam," tutup dia.

(dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads