Berdasarkan data dari pihak Tol Jagorawi, sebanyak 35.549 kendaraan roda empat melintasi Gerbang Tol Ciawi menuju kawasan Puncak.
Jumlah tersebut, belum ditambah dengan kendaraan roda dua dan empat yang menuju Puncak melalui jalan Raya Tajur dan Ciawi. Akibatnya, antrean kendaraan mengular di sepanjang Jalan Raya Puncak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, petugas memberlakukan sistem one way pada sore tadi pukul 15.30 WIB. "Kita berlakukan one way sore ini. Kita prioritaskan kendaraan yang menuju Jakarta. Artinya, arus menuju Puncak ditutup dan membuka arus (dari Puncak) menuju Jakarta," kata Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Bramanstyo Priaji, minggu (19/7/2015).
Hingga pukul 20.00 WIB, penutupan arus lalu lintas menuju Puncak masih diberlakukan. Waktu untuk penutupan arus, kata AKP Bramanstyo, dilakukan secara situasional.
Hal tersebut dilihat dari kondisi arus dan volume kendaraan yang terjadi di kawasan Puncak.
Pantauan di Pos Polisi Gadog, kendaraan yang didominasi kendaraan roda empat berpelat B telah mulai memadati jalur Puncak sejak pagi hingga malam ini.
Bahkan, antrean kendaraan sudah mulai mengantre mulai dari sebelum gerbang keluar Tol Ciawi KM 39. Lepas pintu keluar,Β kemacetan masih terjadi hingga simpang Gadog tepatnya KM 47.
Kemacetan pun masih terjadi di beberapa titik d Jalur Puncak, yakni di Tanjakan Selarong, Megamendung, Taman Wisata Matahari, Pasar Cisarua, Taman Safari Indonesia hingga kawasan Riung Gunung. Sehingga total kemacetan mencapai 15 kilometer.
Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan diperkirakan kendaraan yang menuju jalur puncak sekira 36 ribu kendaraan. "Di hari +2 ini memang cukup padat dan merayap. Untuk itu kita lakukan upaya one way," jelas Suyudi di Pos Polisi Gadog.
Sementara untuk kendaraan dari arah Cianjur menuju Jakarta, kata AKBP Suyudi diperkirakan mencapai 28 ribu kendaraan. Meningkatkan volume kendaraan ini diakibatkan karena banyaknya para warga yang mengisi hari libur bersama keluarga di tempat wisata di kawasan Puncak.
"Untuk arus mudik belum terlalu tinggi, karena untuk sekarang di Kawasan ini masih digunakan warga untuk berwisata. Diperkirakan peningkatan arus kendaraan akan terjadi hingga H+7," paparn (fdn/fdn)











































