Erupsi Gamalama yang terus terjadi sejak Sabtu (18/7) menyebabkan 1.505 jiwa (450 KK) mengungsi di 3 lokasi yaitu Kel. Taduma 826 jiwa (258 KK), Aula Lanal 301 jiwa (80 KK) dan SKB 378 jiwa (112 KK).
"Jumlah ini akan bertambah karena pengungsi di Kelurahan Togafo dan Dusun Bandinga masih dalam pendataan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (19/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi asap berkisar 150 - 800 m, dominan kurang 500 m dari puncak, terdistribusi ke arah barat-laut. Pemetaan abu vulkanik di lapangan, menunjukkan ketebalan abu di desa-desa sektor baratlaut berkisar 1.5-6.0 mm (tipis - sedang).
Saat ini embusan asap dominan berwarna putih, mengindikasikan bahwa kandungan asap didominasi uap air, tidak terlihat kandungan material abu vulkanik.
BPBD Kota Ternate, TNI, Polri dan Pemerintah Kota Ternate melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan masker. BPBD sudah mendirikan dapur umum. Dinsos Kota Ternate sudah memberikan bantuan sembako beras 5 ton.
Sementara itu erupsi Sinabung terus berlangsung. Pada Minggu (19/7) terjadi 2 kali awan panas guguran, sejauh 2.500 - 3.000 m, tinggi kolom abu 1.000 m.
Teramati guguran lava dari puncak sejauh 1.000 m kearah Tenggara-Timur. Status tetap Awas (level 4). Sebanyak 11.111 jiwa (3.150 KK) mengungsi di 10 pos pengungsian.
Di tempat lain, Gunung Raung masih erupsi dengan asap kelabu - kehitaman tebal, tekanan lemah, tinggi 1.500 - 2.000m condong ke arah utara - timur laut - timur. Status Siaga (level 3). Tidak ada pengungsian.
(fdn/fdn)











































