"Konflik (agama) pertama di Papua tidak banyak? Di sana sudah banyak. Ketegangan di sana sudah lama terjadi, seperti perdebatan orang ambil wudhu, pelarangan salat di masjid dan sebagainya," ujar Din di kediaman Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, Komplek Pondok Labu Indah, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2015).
"Jadi saya tidak sependapat kalau ini konflik agama pertama," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari mengendalikan diri tidak perlu ada aksi balas dendam. Saya setuju masjid yang dirusak kita bangun kembali. Tetap dalam kerukunan antar umat beragama di Papua," tegas Din.
Dia pun meminta kepada Menteri Agama Lukman Saifuddin untuk merajut kerukunan antar umat beragama di Indonesia. "Menag harus merajut umat beragama," pungkasnya.
Sebelumnya, Lenis menyayangkan aksi penyerangan oleh sekitar 70 orang saat salat Id di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Lenis menyebut ini merupakan kali pertamanya bentrokan antar agama terjadi di Bumi Cendrawasih tersebut karena selama ini kehidupan beragama di sana damai.
"Sejak Indonesia merdeka sampai detik ini, Papua tidak pernah konflik antar agama. Tidak pernah terjadi gejolak agama," ujar Lenis di Kantor Staf Khusus Presiden RI-Gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran III No 9-10, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7) lalu.
"Ini baru yang pertama kalinya," sambungnya.
(aws/dra)











































