Seperti Ibu Sutinem, warga Pinang Ranti, Jakarti Timur yang berbahagia kala musim liburan seperti ini. Baginya, sampah-sampah yang ditinggalkan wisatawan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) justru patut disyukuri.
"Iya seneng kalau lagi ramai kayak gini. Orang-orang pada ninggalin sampah," kata Sutinem di TMII, Minggu (19/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, Sutinem panen sekitar 5 karung sampah botol plastik. Untuk sore ini, ia sudah dapat 2 karung di mana satu karung berisi botol-botol jika telah dibersihkan beratnya sekitar 3 kg.
"Kalau yang botol besar ini sekilo cuma Rp 2 ribu. Kalau yang botol gelas Rp 3 ribu sekilonya. Sekarung paling cuma 2-3 kg saja kalau sudah dibersihin," kata Sutinem yang mengangkat karung botol plastik di atas kepalanya itu.
Meski hasilnya tak seberapa, Sutinem merasa sudah cukup senang. Ia pun masih akan terus mengumpulkan sampah hingga TMII tutup.
"Nggak apa-apa yang penting dapur ngebul," tuturnya.
Hal serupa diungkapkan oleh seorang pemulung lainnya, Jamal. Ia sudah sejak pagi berada di TMII dan mengumpulkan sampah.
"Dari pagi saya di sini. Lumayan udah dapat 10 karung. Ini masih terus ngumpulin biar makin dapat banyak," jelas Jamal di lokasi yang sama.
Apakah Jamal tidak merasa jijik mengambil sampah bekas orang lain? "Nggak lah. Kayak gini buat saya itu rezeki. Bisa untuk kasih makan anak dan istri," ucap Jamal sambil berlalu. (ear/aan)











































