"Sangat cocok sekali. Kalau sampai DPR tidak meluluskan dengan kapasitas seperti ini, maka itu cocok kalimat Rhoma Irama 'ter-la-lu'," ujar Din sambil terkekeh kepada wartawan saat open house di kediaman Jimly, Komplek Pondok Labu Indah, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2015).
Din dan Jimly memiliki kedekatan yang harmonis. Hal ini terlihat dari keakraban keduanya sejak awal Din tiba di kediaman Jimly. Adapun alasan Din mendukung mantan Ketua MK tersebut lolos seleksi capim KPK hingga tahap akhir lantaran pengalamannya yang sudah matang. Din menilai sosok Jimly sebagai pejabat yang memiliki integritas dan intelektual yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din pun berbagi cerita, kalau mulanya dia sempat sanksi Jimly mendaftar untuk menjadi salah satu pimpinan lembaga anti rasuah itu. Melihat keseriusan dan kegigihannya, pria yang juga menjadi Ketua MUI itu langsung memberikan dukungan moral. "Pada awalnya saya sanksi ini serius apa nggak, ternyata serius. Ini saya pribadi sebagai sahabat dekatnya sangat apresiasi," kata Din.
Secara terpisah, Jimly sendiri enggan banyak memberikan komentar. Meski demikian, dia berterima kasih atas dukungan dari sahabatnya tersebut. "Nggak perlu ditanggapi serius, nanti kalau nggak lolos kan jadi malu. Ikuti saja prosesnya," kata Jimly.
Baginya, saat ini yang menjadi prioritas adalah persiapan Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. "Fokus ngurusin Pilkada dulu deh sekarang," ucapnya sambil tersenyum.
(aws/erd)










































