Seperti yang dialami oleh sopir mobil ambulans pembawa jenazah RSCM, pria berusia 47 tahun warga Johar Baru, Jakpus ini harus rela tak pulang selama 4 hari saat Lebaran ini.
"Sudah nggak pulang 4 hari ini. Sopir banyak yang pulang kampung. Kalau ditinggal kasihan pelayanan di sini keteteran," ungkap Sugeng di RSCM, Salemba, Minggu (19/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malam takbiran saya bawa 2 jenazah. Ke priok dan Kemayoran. Lebaran pertama bawa jenazah ke Garut, terus baru balik ke kantor bawa jenazah bayi ke bandara," cerita Sugeng.
Hari kedua lebaran disebut Sugeng relatif sepi. Namun dari malamnya hingga siang ini, ia banyak mengantarkan jenazah. Seharusnya Sugeng sudah pulang dari semalam, namun ia harus merelakan kembali tak pulang karena RSCM kekurangan tenaga driver.
"Hari ini harusnya selesai tugas balik, berhubung sopir kurang saya terus karena banyak butuh pelayanan. Di sini namanya tugas kalau ditinggalin repot," kata pria asli Betawi tersebut.
Meski bekerja sebagai sopir, bukan berarti Sugeng hanya bertugas di balik kemudi. Seringnya ia juga diminta untuk membawa atau mengambil jenazah dari ruangan.
"Kadang ke dalam ruang jenazah untuk ambil atau ngantar kalau diminta. Yang jelas kalau pas lagi nggak nganter (jenazah) kita harus stan by di sini," ujar Sugeng tanpa raut kesal.
Sebenarnya Sugeng mengaku sedih saat momen lebaran tak bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Beruntung istri dan anak-anaknya memahami sehingga Sugeng tidak terlalu berat saat bertugas. (ear/aan)











































