Alumnus Universitas Al Azhar Kairo tersebut mencoba menyadarkan umat mengenai pentingnya nilai-nilai kesalehan sosial, keikhlasan dalam berbagi dan berkorban dalam kehidupan di dunia ini.
"Sekecil apa pun berbagi kebahagiaan akan memberikan kebahagiaan kepada yang melakukannya, bila dilakukan dengan penuh keikhlasan," ujar Jamaluddin.
Ustad asal Kediri ini juga menyampaikan bahwa seseorang dianjurkan untuk bekerja keras dan berkecukupan.
"Tetapi pada saat yang sama dianjurkan untuk tidak mengganggu dan merugikan hak orang lain," tegas ustad Jamaluddin.
Seusai salat Id di Berlin ini, sebagaimana disampaikan Sekretaris II Fattah Hardiwinangun, langsung dilanjutkan dengan halal bi halal masyarakat Indonesia di Berlin dengan Dubes RI Fauzi Bowo dan Ibu Sri Hartati Bowo.
"Kemeriahan dan keakraban masyarakat Indonesia di Berlin ini sebagai suatu berkah dan kenikmatan yang harus disyukuri," cetus Dubes.
Dubes berharap agar hikmah dari kebersamaan Idul Fitri dapat diteruskan dalam bekerjasama dan melaksanakan tugas masing masing. Β
Sebagaimana disampaikan Sekretaris II Fattah Hardiwinangun, lebih dari seribu orang terdiri dari para pelajar, mahasiswa dan masyarakat Indonesia, dan sebagian warga muslim Jerman dengan semangat mengumandangkan takbir, tahlil, tahmid dan tasbih serta rangkaian salat Id di Aula KBRI Berlin.
Mereka selanjutnya larut dalam suasana keakraban sambil menikmati kuliner lebaran komplit khas Indonesia: lontong sayur, perkedel, semur daging, telur belado, sambal goreng hati, es buah segar dan jajanan pasar. (es/dra)











































