Sutikno (53), ketua RT 6/ RW 2, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang, datang dari satu rumah ke rumah warga. Ia menarik iuran dan mengatakan uangnya akan dipakai untuk membangun kembali rumah Dartik.
"Iuran sukarela. Imbauan dari pemerintahan desa," kata Pak Tik, panggilan akrab Sutikno, kepada detikcom, Minggu (19/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Dartik yang berada di permukiman padat Desa Kapas itu terbakar, Jumat (17/7) malam. Korban di rumah sendirian karena sang suami tengah bersilaturahmi ke keluarganya. Beruntung, api tak menyambar rumah-rumah di sebelahnya.
Saksi mata, Frendiansyah Rizki Abadi (15 tahun), mengaku saat kejadian, ia tengah melintas. Api terlihat dari dalam rumah. Kemudian Frendi, panggilan Frendiansyah, berteriak meminta pertolongan.
"Ada yang menyelamatkan mbak Dartik yang masih di dalam rumah, ada yang berusaha mematikan api tapi tidak berhasil, " kata Frendi.
Perabot dan bagian-bagian penting rumah tak terselamatkan. Hingga saat ini, barang yang telah menjadi arang masih dibiarkan di depan rumah. Sedangkan korban dibawa ke rumah kerabatnya di desa tetangga yang berjarak sekitar 5 km dari lokasi kejadian.
Kepolisian belum bisa memastikan penyebab kebakaran rumah tersebut. Namun dipastikan pemicunya bukan gas karena tabung utuh. Tak ada tanda-tanda bekas ledakan. Dugaan warga, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
(try/erd)










































