1 Tewas di Klender, Ada Kerisauan Bentrok Warga Akan Pecah

1 Tewas di Klender, Ada Kerisauan Bentrok Warga Akan Pecah

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 19 Jul 2015 13:17 WIB
1 Tewas di Klender, Ada Kerisauan Bentrok Warga Akan Pecah
Foto: jamaludin/pembaca
Jakarta - Satu orang warga kampung dekat Pasar Klender, Jakarta Timur, tewas akibat pertikaian antar-kampung. Peristiwa itu merupakan dendam karena rentetan permasalahan lama yang terus berkelanjutan.

Adalah Subhan Wahyudi (21), warga Jati Selatan, Pulogadung, Jaktim, yang menjadi korban tewas. Temannya, Igun, kini kritis setelah mendapat sabetan celurit.

Rentetan pertikaian antara warga Jati Selatan dan Cipinang Jagal yang lokasinya berdekatan itu sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Tawuran bahkan terjadi pada hari Lebaran, Jumat (17/7) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga akhirnya, Subhan dan Igun menjadi korban penculikan oleh sekelompok pemuda ketika hendak membeli rokok, Minggu (19/7/2015) subuh tadi. Keduanya yang dikenal tidak pernah ikut-ikut tawuran itu diculik ketika baru keluar dari kampungnya.

Subhan ditemukan sudah tak berdaya dengan banyak luka bacokan di daerah lawan. Sementara Igun berhasil melarikan diri dan kembali ke wilayah kampungnya dengan kondisi luka parah.

"Saya mintanya kasus ini terus dilanjutin secara hukum. Saya maunya pelaku segera ditangkap. Karena kasus ini bukan lagi kasus tawuran, tapi udah kasus penculikan dan pembunuhan," ujar paman Subhan, Agus di RSCM, Salemba, Jakpus, Minggu (19/7).

Pihak pengurus RW Jati Selatan memahami adanya potensi permasalahan kian berlanjut. Kepada pihak keluarga, Bendahara RW 08, Mustakin meminta jenazah Subhan dimandikan oleh pihak rumah sakit usai diotopsi nanti.

"Lebih baik dimandikan di sini saja. Kalau warga kita lihat kondisi jenazah (Subhan) nanti malah menyulut permasalahan lagi. Takutnya jadi kesal dan terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Belum lagi pihak keluarga yang lain," pinta Mustakin kepada keluarga yang menunggu Subhan diotopsi.

Meski pihak keluarga menyetujui saran Mustakin, mereka meminta agar kasus terus diusut. Jenazah Subhan rencananya akan langsung dimakamkan di Tanah Koja.

"Saya nggak mau tahu, yang penting pelaku harus sampai ketemu. Ponakan saya nggak ngerti apa-apa jadi korban," ucap paman Subhan yang lain, Makmur dengan nada emosi. (ear/dra)


Berita Terkait