Bagi pelajar yang ingin menumpang bus Trans Semarang untuk masuk dan pulang sekolah cukup membayar Rp 1.000 untuk sekali jalan. Berbeda jauh dengan tarif normal yaitu sebesar Rp 3.500.
"Untuk tarifnya memang ada 2 jenis. Untuk umum itu Rp 3.500 dan untuk pelajar Rp 1.000," ujar Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto ketika dihubungi, Minggu (19/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut kami sudah cukup efektif untuk mengurangi warga menggunakan kendaraan pribadi. Tapi kami terus perbaiki juga fasilitas agar semakin nyaman," kata Agus.
Sejak diluncurkan pada tahun 2009, Trans Semarang sudah punya 4 koridor yaitu Koridor 1 (Mangkang-Penggaron), Koridor 2 (Terboyo-Terminal Sisemut), Koridor 3 (Pelabuhan Tanjung Mas-Jalan Sisingamangaraja/Akpol) dan Koridor 4 (Terminal Cangkiran-Bandara Ahmad Yani-Stasiun Tawang). Tahun depan, rencananya akan ada penambahan 4 koridor lagi.
"Rencana tahun 2016. Ada 8 koridor tapi sekarang kan baru ada 4 koridor. Jadi nanti ada penambahan koridor lagi," kata Agus.
Agus mengatakan saat ini ada 75 bus Trans Semarang yang melayani 4 koridor tersebut. Ada 2 jenis bus yang melayani penumpang yaitu yang berukuran besar dan berukuran sedang.
"Kalau yang besar ada 20 unit. Sisanya bus ukuran sedang. Yang ukuran sedang untuk menjangkau daerah Semarang atas, karena lebar jalan juga sempit agar lebih leluasa," ujar Agus.
Apabila dibandingkan dengan bus TransJakarta, bus Trans Semarang tidak melalui jalur sendiri atau busway. Jadi, bus Trans Semarang bisa melewati jalur reguler yang memang tidak semacet Jakarta.
Penampakan bus Trans Semarang pun tak ubahnya TransJ yang berbodi besar dengan pintu masuk yang tinggi sehingga tidak bisa sembarangan menaik-turunkan penumpang di pinggir jalan. Warna bus pun mirip dengan bus TransJ di Koridor 6 (Dukuh Atas-Ragunan) yang berwarna biru. (dha/mok)











































