Tak Punya Jalur Sendiri, Ini Beda Bus Trans Semarang dengan TransJ

Tak Punya Jalur Sendiri, Ini Beda Bus Trans Semarang dengan TransJ

Dhani Irawan - detikNews
Minggu, 19 Jul 2015 11:24 WIB
Tak Punya Jalur Sendiri, Ini Beda Bus Trans Semarang dengan TransJ
Foto: Dhani Irawan
Semarang - Moda transportasi umum yang nyaman dan aman selalu dinanti masyarakat. Mobilitas tinggi warga perkotaan tentunya membutuhkan pilihan jenis transportasi yang cepat, murah dan nyaman.

Di Jakarta sendiri, warga Ibu Kota masih mengandalkan transportasi seperti KRL dan bus TransJakarta. Namun bayangan untuk bisa berkendara dengan nyaman dengan kedua moda transportasi itu masih jauh panggang dari api.

Pemanfaatan transportasi seperti bus juga dilakukan di ibu kota Jawa Tengah, Semarang. Hadirnya BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang diharapkan mampu memberi solusi transportasi massal yang nyaman bagi warga Kota Lumpia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak diluncurkan pada tahun 2009, Trans Semarang sudah punya 4 koridor yaitu Koridor 1 (Mangkang-Penggaron), Koridor 2 (Terboyo-Terminal Sisemut), Koridor 3 (Pelabuhan Tanjung Mas-Jalan Sisingamangaraja/Akpol) dan Koridor 4 (Terminal Cangkiran-Bandara Ahmad Yani-Stasiun Tawang). Tahun depan, rencananya akan ada penambahan 4 koridor lagi.

"Rencana tahun 2016. Ada 8 koridor tapi sekarang kan baru ada 4 koridor. Jadi nanti ada penambahan koridor lagi," ujar Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto ketika dihubungi, Minggu (19/7/2015).

Agus mengatakan saat ini ada 75 bus Trans Semarang yang melayani 4 koridor tersebut. Ada 2 jenis bus yang melayani penumpang yaitu yang berukuran besar dan berukuran sedang.

"Kalau yang besar ada 20 unit. Sisanya bus ukuran sedang. Yang ukuran sedang untuk menjangkau daerah Semarang atas, karena lebar jalan juga sempit agar lebih leluasa," ujar Agus.

Apabila dibandingkan dengan bus TransJakarta, bus Trans Semarang tidak melalui jalur sendiri atau busway. Jadi, bus Trans Semarang bisa melewati jalur reguler yang memang tidak semacet Jakarta.

Penampakan bus Trans Semarang pun tak ubahnya TransJ yang berbodi besar dengan pintu masuk yang tinggi sehingga tidak bisa sembarangan menaik-turunkan penumpang di pinggir jalan. Warna bus pun mirip dengan bus TransJ di Koridor 6 (Dukuh Atas-Ragunan) yang berwarna biru.

Untuk urusan kecelakaan, bus Trans Semarang juga berbeda jauh dengan bus TransJ. Meski koridornya masih sedikit, bus Trans Semarang juga beberapa kali mengalami mogok.

"Ya namanya bus sudah dari tahun berapa, mogok biasa tapi kan langsung diatasi. Perawatan berkala juga selalu dilakukan," ucap Agus.

Bus Trans Semarang juga tak pernah terbakar seperti TransJ yang seringkali berurusan dengan si jago merah. Permasalahan yang kerap dihadapi hanya soal mogok di jalan.

"Kalau terbakar Alhamdulillah nggak pernah, jangan sampailah," ujar Agus.

Agus juga mengklaim ke depan warga Semarang bisa beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum seperti bus Trans Semarang. Untuk tarifnya pun tergolong murah yaitu Rp 3.500 untuk umum dan Rp 1.000 untuk pelajar. (dha/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads