Mengintip Klinik Kesehatan dan Menyusui Buat Pemudik di Kampung Rambutan

Mengintip Klinik Kesehatan dan Menyusui Buat Pemudik di Kampung Rambutan

Hardani Triyoga - detikNews
Minggu, 19 Jul 2015 11:08 WIB
Mengintip Klinik Kesehatan dan Menyusui Buat Pemudik di Kampung Rambutan
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - Setelah menempuh perjalanan jauh dari kampung halaman, penumpang bus yang kesehatannya drop saat tiba di Jakarta dapat memeriksa kesehatan ke klinik kesehatan Terminal Kampung Rambutan. Gratis!

Untuk lebaran tahun 2015, Terminal Kampung Rambutan menyediakan klinik kesehatan. Klinik yang bekerjasama dengan PT Jasa Raharja dan Puskesmas Ciracas, Jaktim ini memiliki fasilitas mulai pemeriksaan awal sampai pemberian obat.

"Periksa tensi kami sediakan. Kami harapkan sebelum berangkat atau begitu tiba lagi di Jakarta, coba langsung periksa. Ini penting setelah menempuh perjalanan jarak jauh," kata dr Novita Grecia saat ditemui di Klinik Kesehatan, Kp Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (19/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pemudik, Novita mengatakan pemeriksaan tes kesehatan ini juga bisa untuk armada bus sampai pekerja terminal. Setiap harinya, klinik ini bisa memeriksa tujuh sampai delapan pasien.

"Sampai sekarang ada 70 pasien lebih yang periksa ke sini. Saya harap lebih banyak karena ini kan gratis," sebutnya.

Tak ketinggalan, klinik kesehatan ini juga untuk bermanfaat bagi pemudik yang ingin menyusui bayinya. Ada ruangan kecil yang disediakan untuk kenyamanan pemudik.

"Silakan datang, ibu menyusui bisa di ruangan sebelah," ujar Novita.


Nihil Pembiusan


Hingga H+1 lebaran,  Wakil Komandan Regu 2 Terminal Kampung Rambutan Yos Sudarso menambahkan belum menerima laporan tentang kejahatan pembiusan di Terminal Kampung Rambutan.

"Kalau sampai sekarang sih belum ada laporan kejahatan itu. Tapi, waspadanya harus tetap selama perjalanan," kata Yos.

Yos meminta pemudik untuk tetap mengantisipasi. Ia khawatir jika pelaku memanfaatkan peluang kejahatan di luar terminal. "Ini karena patroli penjagaan yang lebih ketat di terminal. Kalau tahun lalu, kan banyak yang kena bius, korban paksa beli jam, kacamata. Nah, buat antisipasi, jangan sampai di luar terminal, nanti dalam bus malah kena bius atau macam-macam," tuturnya.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Laudin Situmorang meminta pemudik yang menggunakan bus lebih waspada ketika perjalanan. Salah satunya mewaspadai tawaran minum, makan, dari orang yang tak dikenal.

(hty/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini