Terbaru, insiden bus TransJakarta gandeng nomor DMR 008 Koridor XI rute Kampung Melayu-Pulo Gebang terbakar di jalur Halte Stasiun Jatinegara 2, Jl Raya Bekasi Barat, Jaktim pada Sabtu 18 Juli 2015. Bus saat itu berpenumpang 60 orang.
Penumpang panik bukan kepalang saat mencium bau hangus dan melihat kepulan asap muncul dari belakang bus. Penumpang bergegas memberitahu sopir untuk memberhentikan bus. Melihat kepulan asap, sopir Joko Pitono dan petugas on board sigap mengevakuasi penumpang dari pintu sebelah kiri bus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden bus TransJ merek Komodo terbakar sebelumnya terjadi pada 3 Juli. Bus TransJ bernomor B 7435 IV hangus terbakar di Halte Salemba UI, Jakarta Pusat. Api turut menyambar Halte Salemba UI sehingga mengalami kerusakan 50 persen.
Body bus ini sudah mengaspal sejak 2008 gosong dilalap api. PT Eka Sari Lorena Transport selaku pemilik bus membeli produk lokal ini seharga Rp 3,5 miliar. Tidak ada korban dalam peristiwa terbakarnya TransJ gandeng jurusan Ancol-Kampung Melayu itu. Polisi menduga bus TransJ terbakar karena korslet pada aki bus. Namun, General Manager Lorena Busway, Andy Saragih menyebut kebakaran akibat korsleting di bagian AC.
Terbakarnya bus TransJakarta ini menyedot perhatian Ahok. Ia bertekad turun tangan membenahinya. Menurut Ahok, perlu diperbaiki
perjanjian soal perawatan bus TransJ dengan operator lemah. Selain itu, Ahok tidak segan-segan memberikan sanksi bagi operator bus TransJ yang melanggar aturan. Ahok juga membentuk PT TransJakarta untuk membuat badan resmi yang menaungi para operator bus.
Kejadian terbakarnya bus, mogok atau kurangnya armada memang harus jadi prioritas pembenahan. Sebab bus ini jadi andalan warga Ibu Kota dengan rata-rata penumpang-seperti disebut PT TransJarta-setiap harinya mencapai 320 ribu hingga 350 ribu orang.
Berikut 4 cerita soal bobroknya bus TransJ:
1. Mesin Bus TransJ Terbakar
|
Foto: Aditya Fajar
|
"Pukul 10.00 WIB pagi tadi bus TransJakarta terbakar di bagian mesinnya," ujar Dani, petugas Halte Stasiun Jatinegara 2 kepada detikcom, Sabtu (18/7/2015).
Menurut dia percikan api tidak menyambar bagian bodi belakang bus. Petugas memadamkan api di mesin dengan alat pemadam api ringan (apar).
"Tidak sampai membakar bodi bus," sebut Dani.
Petugas call center Pemadam Kebakaran Jakarta, Hadi Duwantoro menyebut terbakarnya mesin bus memang langsung diatasi petugas TransJ. "Dapat diatasi dengan Apar, hanya asap mengebul," ujarnya terpisah.
2. Bus TransJ dan Halte Terbakar
|
Foto: gagah
|
Polisi menduga api berasal dari korslet pada aki bus. Namun PT Eka Sari Lorena selaku operator bus gandeng ini menduga kebakaran ini akibat korsleting AC. "Kita duga kebakaran akibat adanya korsleting di bagian AC. Tapi untuk pastinya harus diperiksa terlebih dulu," kata General Manager Lorena Busway, Andy Saragih, kepada detikcom, Jumat (3/7/2015).
Bus Komodo diproduksi oleh PT Asian Auto International. Bus gandeng produksi dalam negeri hari ini resmi diluncurkan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada September 2008. PT Eka Sari Lorena Transport selaku pemilik bus membeli produk lokal ini seharga Rp 3,5 miliar.
3. Permainan Lama
|
Foto: Mulya Nurbilkis
|
Namun kini perjanjian telah diperbaiki dan bahkan dengan adanya kebakaran ini, pihaknya dapat memberikan sanksi. "Kalau ada kayak gini (bus terbakar) kita cabut, denda dia (operator)," kata Ahok usai rapat infrastruktur di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).
Ahok juga rada geram dengan pembelian bus-bus TransJ terdahulu. Bahkan dia menyebut merek bus-bus itu 'aneh-aneh'.
"Itu yang saya bilang kalau kita mau beli bus jangan beli barang yang aneh-aneh deh. Kamu pernah dengar enggak sih bus merek Komodo? Ya kan gini maksud saya, kalau kita mau hargai, kita harus jujur. Kalau produksi lokal, karoserinya lokal. Tapi busnya harus tetap kelas dunia," ujar Ahok.
4. 'Partai' PT TransJakarta
|
Foto: Ayunda W Savitri
|
"Kontrak baru sudah secara bertahap. Ini operatornya yang payah. Lorena payah," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (3/7/2015).
Ia bahkan mengancam jika PT TransJakarta tak bisa membenahi para operator bus, maka bukan tidak mungkin Dirutnya saat ini ANS Kosasih dipecat dari jabatannya saat ini.
"Makanya bentuk PT supaya saya sejajar dengan operator. Saya sudah ancam mereka (operator). Jadi mereka nggak bisa sombong lagi. Kalau sekarang mereka macam-macam, Dirutnya (PT TransJakarta) hari bisa saya pecat," ucapnya.
Halaman 2 dari 5










































