detikcom mencoba menelusuri kemana perginya manusia gerobak dan pemulung. Padahal sebelum hari raya lebaran (16/7) malam, di sepanjang Jl Warung Buncit hingga Warung Jati Barat dapat dengan mudah ditemui para pemulung dan manusia gerobak.
Entah hilang atau pergi, penelusuran detikcom Sabtu malam (18/7) hingga Minggu (19/7/2015) dini hari tidak menemukan lagi para pemulung dan manusia gerobak yang banyak berkeliaran di sepanjang jalan protokol. Hanya satu orang manusia gerobak yang masih merapikan tumpukan kardus bekas di pinggir Jl Warung Jati Barat III.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kemarin banyak itu 'manusia gerobak sama pemulung' itu cuma musiman. Hanya ada setahun sekali kalau nggak lebaran ya pas imlek di hari banyak orang bakal ngasih sedekah," kata Mamat manusia gerobak yang sudah punya lapak untuk memulung, saat ditemui detikcom.
Menurut Mamat (45) pengumpul rongsokan asli biasanya sudah memiliki lapak tempat mencari kardus bekas dan sampah botol. Sehingga walaupun mereka sudah berkeliling jauh mereka akan kembali lagi dilapak itu.
"Udah lama tahunan di sini, warga juga nggak terganggu karena sudah ada lapaknya, beda sama yang musiman mereka duduk-duduk di pinggir jalan bahkan masuk sampai pemukiman warga," kata mamat.
Menurutnya mereka para pemulung dan manusia gerobak musiman akan hilang dan datang lagi hanya saat lebaran saja. "Apa lagi yang musiman-musiman itu, cuma datang pas lebaran, habis itu hilang entah kemana, balik lagi tahun depannya," cerita mamat. (dra/dra)











































