"PKB mengutuk keras kejadian di Tolikara, Papua," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Sabtu (18/7/2015).
Dalam suasana Idul Fitri, menurut Daniel seharusnya dapat dijadikan momen untuk semakin memperkuat persaudaraan, silahturahmi dan saling memaafkaan. Untuk itu, peristiwa yang berujung pada pengrusakan rumah ibadah itu pun menurutnya tak dapat dibenarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para tokoh agama segera memperkuat dialog karena tugas agama adalah membangun persaudaraan, keadilan dan kedamaian secara nyata untuk kehidupan manusia dan masyarakat," sambung anggota DPR itu.
Peristiwa terjadi pada Jumat (17/5) kemarin di mana puluhan orang menyerang warga yang sedang menunaikan salat Id. Polisi dan anggota TNI berhasil meringkus 12 penyerang, satu di antaranya dikabarkan tewas.
Informasinya, insiden berawal karena umat muslim diduga tetap salat Id meski Gereja Injili di Indonesia (GIDI) mengeluarkan imbauan untuk tidak melakukannya. GIDI dalam surat tersebut memang meminta agar tidak ada kegiatan agama karena tengah berlangsungnya acara rangkaian ulang tahun gereja.
"PKB sangat menyesalkan kejadian di Tolikara dan ini mencederai kehidupan berbangsa kita. Tugas pemerintah menjamin setiap warganya untuk mejalankan ibadah secara aman dan damai. Itu tugas konstitusi yang wajib dijalankan," kata Daniel. (ear/fdn)











































