"Belum ada info jelas ke saya. Jadi sekarang lagi proses penyelidikan aslinya. Biasanya pihak aparat pasti dapat, pihak muslim juga dan pemerintah dapat. Kita lagi ngecek ke situ," ujar Lenis di di Kantor Staf Khusus Presiden RI-Gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran III No 9-10, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2015).
"Belum bisa saya pastikan surat itu benar atau tidak," imbuhnya.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua Kombes Patridge Renwarin menjelaskan GIDI mengeluarkan surat berisi imbauan yang meminta agar tidak ada kegiatan agama karena berlangsungnya kegiatan GIDI.
"Dalam surat mereka meminta ke umat muslim Tolikara tidak boleh Salat Id, karena pada saat yang bersama berlangsung hari kegiatan ulang tahun gereja mereka. Surat ini ditembuskan ke Polres, instansi gereja, pengurus masjid dan tokoh agama," terang dia saat dikonfirmasi, hari ini.
Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa 5 orang saksi yang jadi korban penyerangan oleh sekitar 70 orang. (aws/aan)











































