"Saya mau masuk. Kenapa dilarang? Saya tiap tahun juga datang kok," ujar salah seorang pria yang memakai baju koko berwarna putih di depan kediaman Megawati di Jl Teuku Umar no 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2015).
"Saya ini sekjen! Saya ini di TNI dulu. Pak Hendropurnomo itu atasan saya!" tegasnya lagi sambil memaksa menerobos pagar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laki-laki itu bahkan sempat didorong oleh petugas ketika beberapa kali memaksa diri masuk.
"Saya ini mau masuk! Kenapa larang saya?! Kenapa kalian harus mendorong saya?" marahnya.
Seorang petugas pun setelah cukup lama berdiam, akhirnya memberi penjelasan. Dia menilai pria tua tersebut tidak mendapat izin masuk dari protokol di dalam rumah.
"Maaf Pak. Bapak dari orang dalam tidak diizinkan lagi masuk karena bawa fotografer. Mengganggu privasi orang," ujar petugas yang mengenakan kemeja batik di depan rumah.
"Fotografer dari mana? Saya ini cuma sama keluarga di sini. Kenapa tidak diperbolehkan?!" teriaknya lagi.
Pemandangan seperti ini sontak saja mengundang perhatian dari warga sekitar dan sejumlah tamu yang hendak keluar masuk rumah Megawati. Setelah 15 menit berusaha masuk, pria itu pun akhirnya meninggalkan lokasi.
"Nama kamu siapa? Saya laporin nanti!" ancam dia sebelum meninggalkan lokasi.
Rupaya menurut salah satu petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya, pria tersebut sebelumnya sudah sempat masuk ke dalam area rumah Megawati. Namun dia dan salah seorang temannya yang dianggap sebagai fotografer sempat mengambil sejumlah gambar.
Oleh karena itu dia pun diminta petugas untuk keluar dan tidak diperbolehkan masuk kembali. "Ini kan menyangkut privasi orang," jelas petugas kepada wartawan yang berada di sekitar pagar rumah. (aws/erd)











































