Tawuran terjadi di sejumlah tempat di Jakarta seperti kawasan Cideng, Berlan, Prumpung dan Jagakarsa. Berawal saling ledek, kelompok remaja akhirnya adu mulut dan saling lempar batu hingga petasan saat konvoi takbiran. Sejumlah warga yang melintas ikut menjadi korban dan terluka.
Peristiwa ini yang mengganggu ketertiban umum ini membuat aparat kepolisian sigap meredam aksi anarkis itu. Polisi bahkan sempat melepaskan tembakan gas air mata. Senjata tajam dan belasan pelaku tawuran diamankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Cideng
|
Foto: Hasan/detikcom
|
Menurut pengakuan warga yang menyaksikan, para remaja tersebut menyewa bus untuk Konvoi takbir keliling Jakarta. Setibanya di Jalan Baru, ada rombongan konvoi lainnya yang menyahut dengan genderang dan bedug lebih kencang. "Pas lagi nyewa metromini, ada rombongan konvoi lain dari Slipi, mereka awalnya sahut-sahutan takbir sampai akhirnya lempar-lempar petasan," ujar Edi tukang ojek tak jauh dari lokasi ketika ditanya detikcom, Kamis (16/7/2015).
Edi menambahkan, kejadian itu tidak berlangsung lama tapi sempat menyebabkan kemacetan dari arah Slipi menuju Cideng Tanah Abang. "Nggak lama cuma saling sahut sambil ngibarin bendera mereka jalan lagi," tambahnya.
2. Prumpung
|
Foto: jamaludin/pembaca
|
"Kejadiannya pukul 01.30 WIB, anak-anak ngumpul habis takbiran, terus tawuran," ujar petugas piket Polsek Jagakarsa Aiptu Sudarto saat dihubungi detikcom, Jumat (17/7/2015) dini hari.
Sudarto menambahkan, peristiwa tawuran itu terjadi saat anak remaja ngumpul di pinggir perlintasan rel, kemudian ada ada sekelompok remaja lainnya datang hingga akhirnya saling adu lempar batu. Saat petugas datang ke lokasi, mereka langsung membubarkan diri. "Dari lokasi ditemukan beberapa sajam yang dibawa untuk tawuran. Tapi mereka keburu kabur saat petugas datang," lanjutnya.
Menurut informasi, satu orang pengendara motor yang tengah melintas menjadi korban akibat terkena lemparan batu. Saat ini petugas masih berjaga di sekitar lokasi. "Ada 1 orang kena lemparan batu, tapi korbannya nggak ada mungkin sudah pergi, Petugas juga masih stand by di sana," pungkasnya.
3. Jagakarsa
|
Foto: Aditya Fajar
|
"Kejadiannya pukul 01.30 WIB, anak-anak ngumpul habis takbiran, terus tawuran," ujar petugas piket Polsek Jagakarsa Aiptu Sudarto saat dihubungi detikcom, Jumat (17/7/2015) dini hari.
Sudarto menambahkan, peristiwa tawuran itu terjadi saat anak remaja ngumpul di pinggir perlintasan rel, kemudian ada ada sekelompok remaja lainnya datang hingga akhirnya saling adu lempar batu. Saat petugas datang ke lokasi, mereka langsung membubarkan diri. "Dari lokasi ditemukan beberapa sajam yang dibawa untuk tawuran. Tapi mereka keburu kabur saat petugas datang," lanjutnya.
Menurut informasi, satu orang pengendara motor yang tengah melintas menjadi korban akibat terkena lemparan batu. Saat ini petugas masih berjaga di sekitar lokasi. "Ada 1 orang kena lemparan batu, tapi korbannya nggak ada mungkin sudah pergi, Petugas juga masih stand by di sana," pungkasnya.
4. Berlan
|
Foto: Hasan/detikcom
|
Di lokasi, Jumat (17/7/2015) pukul 03.00 WIB, beberapa warga menenteng pedang panjang. Mereka berteriak-teriak memancing lawannya. Dua kelompok yang terlibat tawuran ini dari warga Berlan dan Palmeriam.
Informasi yang dikumpulkan, tawuran ini terjadi karena saling ledek saat takbir keliling. Salah satu kelompok mengejek kelompok lain yang konvoi. Tindakan meledek berujung pada tawuran. Ada ratusan warga yang terlibat.
Sudah ada ratusan polisi yang berada di lokasi. Petugas mencoba melerai tawuran ini dan terpaksa menembakkan gas air mata. Polisi yang datang sukses menghentikan tawuran. Hingga pukul 03.20 WIB, petugas kepolisian masih berjaga.
Tawuran warga di Berlan, Jakarta Timur sempat mereda. Namun tak lama, pecah kembali. Situasi memanas, ratusan warga keluar dari lokasi tinggal mereka. Kedua kelompok ini dipisahkan jalan. Tawuran di kawasan Berlan, Jakarta Timur akhirnya mereda dan selesai. Setelah polisi turun tangan melakukan mediasi. Polisi ada yang berjaga dan ada yang meminta warga menyudahi aksinya. Hingga pagi ini situasi sudah kondusif. Polisi meninggalkan lokasi, sementara batu-batu masih terhampar di jalan sisa saling lempar.
Halaman 2 dari 5











































