Silakan Tegur Prajurit Tidak Senyum Wujud Keterbukaan Danjen Kopassus

Silakan Tegur Prajurit Tidak Senyum Wujud Keterbukaan Danjen Kopassus

Aditya Fajar, - detikNews
Jumat, 17 Jul 2015 06:07 WIB
Silakan Tegur Prajurit Tidak Senyum Wujud Keterbukaan Danjen Kopassus
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sangat menarik pernyataan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Doni Monardo agar masyarakat jangan ragu-ragu menegur prajurit yang tidak senyum. Itu wujud nyata keterbukaan institusi tersebut dan sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

Sangat bagus jika semua komandan di TNI-Polri bersikap seperti itu. Jika dapat dilaksanakan dengan baik dan konsisten maka kedua institusi tersebut dekat dengan rakyat dan keberadaannya pasti didukung penuh.

"Pak Doni tidak sekedar berucap untuk menyenangkan masyarakat. Namun beliau secara konsisten melaksanakannya. Bahkan sebagai Danjen Kopassus selalu menunjukkan keteladanan baik di depan prajuritnya maupun pihak eksternal terutama masyarakat," ujar pengamat militer, Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya mengenai hal tersebut pada Kamis (16/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan TNI memiliki semboyan 'Bersama Rakyat, TNI Kuat' dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan. Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen Doni Monardo pun mengingatkan prajuritnya untuk selalu ramah dengan masyarakat dalam setiap kesempatan.

"Senyum, sapa, dan salaman itu jargon kita. Kalau bapak ibu melihat prajurit tidak tersenyum, tegur saja, 'mana Pak senyumannya'," ungkap Doni.

Hal tersebut dikatakan Doni saat membagikan sembako kepada warga RW 01, Cijantung, Pasar Rebo, Jaktim, Kamis (16/7/2015). Selain kepada warga Cijantung, Kopassus juga memberikan bantuan yang sama bagi warga Lenteng Agung, Jagakarsa, Jaksel.

Doni bahkan mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk membagikan bantuan. Jenderal bintang 2 itu pun dengan ramah berbincang dengan warga.

"Prajurit Kopassus harus ramah. Kami selalu ingin mendekatkan diri dengan warga," kata Doni.

TNI AD memang memiliki program yang disebut dengan serbuan teritorial. Setiap satuan maupun jajaran dibagi per wilayah untuk melakukan pembinaan terhadap warga dengan melakukan sejumlah bantuan yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Ini program dari Pimpinan AD, pimpinan TNI agar prajurit bisa terus dekat dengan warga," tutur mantan Danpaspampres itu.

Seperti yang dilakukan oleh Grup 3 Kopassus. Di bawah pimpinan Kolonel Inf Richard Tampubolon, prajurit Grup 3 membantu warga RW 1, Cijantung, sebagai desa binaannya. Seperti pembenahan siskamling, bantuaan 1.000 jamban, dan rehabilitasi jalanan.

"Kami memberikan partisipasi apabila diperlukan di lingkungan. Saya dengan senang hati akan mengirimkan tim ke sini," ucap Doni.

"Minimal satu atau dua kali kami datang ke desa binaan. Kadang untuk mengirimkan bantuan atau hanya silahturahmi. Sering juga salat Jumat bersama-sama," tambah Dangrup 3, Kolonel Richard.

Warga setempat mengakui, prajurit Kopassus memang sering membantu. Bahkan tak jarang, mereka turun langsung ke sungai untuk membersihkan sampah.

"Kalau prajurit Kopassus emang suka bantu kami. Sering bersihin kali dekat pemukiman sini," ujar seorang warga setempat, Ibu Mur.

Tahun lalu begitu menjabat sebagai Danjen Kopassus setelah sebelumnya jadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Doni di jajaran Kopassus secara konsisten mengkampanyekan dua hal. Pertama melarang semua anggotanya melakukan 3M yakni Melotot, Marah, dan Memukul.

"Sebagai prajurit yang dibesarkan di pasukan khusus, Pak Doni tahu persis bahwa bentrokan yang selama ini terjadi antarprajurit diawali dengan saling melotot. Kemudian hal itu menimbulkan rasa marah dari kedua belah pihak. Selanjutnya saling memukul atau terjadi bentrok," jelas mantan anggota Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom ini.

Kedua, Doni meminta seluruh jajarannya utk melakukan 3S. Apabila bertemu dengan siapa saja agar memberikan Senyum. Ketika senyuman itu dibalas, maka Sapalah dengan ramah. Saat sapaan dibalas, lakukan Salaman atau bersalaman.

"Dengan tidak melakukan 3M dan melaksanakan 3S seperti yang dikampanyekan Pak Doni di lingkungan Kopassus, mudah-mudahan para prajurit bisa lebih saling menghargai teman-temannya sesama prajurit," ujar Aqua.

Pakar komunikasi ini menambahkan bahwa Doni selama menjabat Danjen Kopassus sangat fokus dalam perbaikan komunikasi jajarannya ke masyarakat. Beliau sadar betul bahwa salah satu kunci sukses memperbaiki dan meningkatkan citra Kopassus pasca kejadian di Lembaga Pemasyarakat Cebongan Sleman adalah dengan memperbaiki kualitas komunikasi ke masyarakat.

Doni tidak sekedar beretorika. Aqua mengamati mantan Danpaspampres itu sendiri yang menjadi motor pelaksanaannya. Beliau konsisten melakukannya. Dengan begitu para prajuritnya tinggal mencontohnya saja.

"Kalau dulu masyarakat enggan masuk ke Markas Kopassus dan kompleks-kompleks perkantoran dan perumahan milik pasukan elit tersebut sebab terkesan 'angker', sekarang kondisinya berubah 180 derajat. Warga sekitar tempat itu tidak ragu-ragu mendatangi areal Kopassus sebab sambutannya ramah dan para tamu selalu disapa dengan senyum tulus. Itu salah satu keberhasilan Pak Doni mengubah seluruh jajarannya bersikap lebih baik ke masyarakat," kata mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini.

Keramahtamahan anggota Kopassus, lanjut Aqua, sangat dirasakan ribuan tamu saat acara syukuran ulang tahun Kopassus ke-69 yang dilaksanakan pada Rabu pagi (29/4/2015) lalu. Waktu itu semua tamu termasuk para pemimpin redaksi media-media besar di Jakarta mengapresiasi hal tersebut.

"Perubahan di Kopassus sekarang ini luar biasa dan hebat. Anggotanya mulai dari pintu penjagaan sampai ke dalam semuanya ramah-ramah," ujar para tamu seperti dikutip Aqua.

Kepada seluruh komandan di TNI-Polri Aqua menyarankan agar mencontoh perubahan positif yang dilaksanakan Kopassus pada pihak luar. Dengan begitu akan menimbulkan sikap simpati dan keberadaannya mendapat dukungan penuh.

"Pasukan elit Kopassus yang selama ini dikenal 'sangar' saja bisa berubah jadi ramah pada masyarakat. Itu dilakukan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Hendaknya jajaran lainnya di TNI-Polri dapat mencontoh dan menteladaninya," pungkas Aqua. (dra/dra)


Berita Terkait