Menurut Mahasena pengamatan dilakukan dengan alat dan juga mata telanjang. "Pakai alat juga tidak terlihat," katanya.
Padahal secara hisab saat matahari terbenam, ketinggian hilal sebenarnya sudah di atas 3 derajat. "Namun tidak terlihat," tandasnya.
Sementara itu, Tim Hisab Rukyat Kemenag RI menyatakan posisi bumi dan matahari telah sejajar (Ijtimak) sejak pukul 08.24 WIB. Secara metode hisab, tinggi hilal sudah melebihi 2 derajat yakni 3,11 derajat.
"Hasil tim kerja hisab di Batam untuk markas Pelabuhan Ratu, dari 23 metode semuanya mengatakan Itjimak terjadi pada Kamis 16 Juli 2015 pukul sekitar 08.24 WIB. Semua mengatakan dengan ketinggian sangat signifikan di atas 2-3 derajat," ujar Ketua Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya saat memaparkan data hisab di Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2015).
"Dari 23 metoda yang dihimpun oleh Kemenag dalam temu kerja di Batam memutuskan awal syawal 1436 H jatuh pada Jumat besok, tercermin dari taklim standar Indonesia yang beredar," imbuhnya.
(ern/erd)
Sementara itu, Tim Hisab Rukyat Kemenag RI menyatakan posisi bumi dan matahari telah sejajar (Ijtimak) sejak pukul 08.24 WIB. Secara metode hisab, tinggi hilal sudah melebihi 2 derajat yakni 3,11 derajat.
"Hasil tim kerja hisab di Batam untuk markas Pelabuhan Ratu, dari 23 metode semuanya mengatakan Itjimak terjadi pada Kamis 16 Juli 2015 pukul sekitar 08.24 WIB. Semua mengatakan dengan ketinggian sangat signifikan di atas 2-3 derajat," ujar Ketua Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya saat memaparkan data hisab di Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































