"Penertiban para pengendara takbir keliling yang melanggar aturan lalu lintas, (seperti) tak pakai helm dan naik mobil di kap terbuka, jika mungkin kita tak segan lakukan penilangan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam apel pengamanan malam takbiran di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Kamis (16/7/2015) malam. Titik-titik yang diwaspadai pihak kepolisian adalah jalan-jalan protokol seperti Sudirman hingga Monas, Semanggi, dan titik keramaian lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang naik di atas kap, nggak pakai helm, sedapat mungkin kita akan tindak. Bisa teguran atau penilangan," sambungnya.
Kapolda juga meminta agar jajarannya betul-betul memperhatikan agar menghindari terjadinya pertemuan kelompok-kelompok. Mengingat banyak terjadinya tindakan kriminal ketika sahur on the road belakangan ini.
"Saat ramadan ada beberapa fenomena kurang nyaman yang dapat mengganggu kamtibnas. SOTR yang inti utamanya memberikan makanan, bantu warga kurang mampu agar sahur. Dalam prakteknya jadi arak-arakan konvoi melanggar lalu lintas, dan perang geng motor. 1 orang tewas di dekat Istiqlal," Kapolda mengingatkan.
"Kita upayakan jangan ada tawuran. Akan memalukan bagi kita. Memalukan di malam takbir di Jakarta ada tawuran. Hindari kelompok saling temu, apalagi berantem," imbuhnya.
Untuk pengamanan malam takbiran, menurut Kapolda, akan ada 6.694 personel gabungan yang dilibatkan. Selain dari Polri, turut di dalamnya jajaran TNI, Dishub, dan Satpol PP. (ear/aan)











































