Prakirawan BMKG Juanda Agat Mayasari, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dan sepakat dengan Air Nav Juanda untuk tidak menutup Bandara Juanda, Kamis (16/7/2015).
"Untuk saat ini masih belum kita closed. Karena secara visual sebaran debu vulkanik masih belum terlihat dan sampai di Juanda," katanya saat dihubungi detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih koordinasi dan masih siaga. Semua penerbangan masih tetap normal," kata Lisa.
Jika NOTAM (Notice to Airmen) penutupan diterima, Lisa menegaskan pihaknya akan segera mematuhi perintah tersebut untuk keselamatan penerbangan. "Belum ada NOTEM dan saat ini kita masih siaga," imbuhnya.
Sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pihaknya akan menutup dua bandara, Bandara Juanda dan Bandara Abdurahman Saleh, Malang terkiat sebaran abu vulkanik Gunung Raung.
"Bandara Juanda dan Malang segera ditutup karena sebaran abu vulkanis Gunung Raung sudah menjangkau ruang udara di atas Bandara Juanda dan ditutup hari ini jam 13.00," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat dikonfirmasi.
Selain Bandara Juanda dan Abdul Rachman Saleh, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi dan Bandara Notohadinegoro di Jember masih ditutup karena erupsi Gunung Raung.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengungkapkan, kondisi terkini Gunung Raung masih terus meletus. Suara gemuruh dan dentuman kecil pun terdengar di Desa Karangparas, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember.
Begitu juga dengan asap hitam tebal keluar dari kawah setinggi 1.500-2.000 meter ke Barat Laut. (ze/fdn)











































