"Diduga sopir dan para kru bus melarikan diri," kata Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman, Kamis (16/7/2015).
Hal itu terungkap karena tidak ada kru dan sopir bus bernopol AA 1541 CA di lokasi kejadian saat polisi datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban tewas.
Latif mengatakan pihaknya masih menelusuri keberadaan sopir termasuk ke Poslek-polsek. Namun hingga kini belum ada laporan sopir bus menyerahkan diri ke kantor polisi.
"Masih kami telusuri, belum ada titik terang keberadaannya," tandas Latif.
Warga pun tidak ada yang menyadari kapan sopir meninggalkan lokasi. Menurut salah satu warga, Suparjo (54), peristiwa terjadi pukul 00.15 dan kondisi tidak terang. Warga yang berdatangan langsung memberi bantuan untuk evakuasi korban.
"Warga memberi bantuan pertolongan ke korban dan tidak tahu yang sopir yang mana," kata Suparjo.
Diketahui peristiwa berawal saat bus Rhema Abadi benopol AA 1541 CA melaju dari arah Magelang, namun ketika melintas di jalan yang merupakan jalur alternatif Magelang-Salatiga itu, bus oleng tidak terkendali. Diduga bus mengalami rem blong ketika masuk jalan menurun.
Bus tersebut menabrak mobil Mitsubishi L300 bernopol H 1924 HP yang melaju di depannya. Mobil yang mengangkut sayur dan pedagang tersebut terpental dan masuk jurang sedalam lima meter di sebelah kiri.
Bus PO Rhema Abadi itu terus melaju bahkan oleng ke jalur sebelah kanan. Dari arah berlawanan melaju sedan Great Corolla bernomor polisi K 7615 AF dan Mitsubishi L300 lainnya. Sedan tersebut ringsek karena benturan keras bahkan hingga terseret di bawah badan bus, sedangkan L300 terpental.
(alg/erd)











































